Senin, Maret 31, 2008

Cerita Tentang Konflik Turunan Raja Marsundung Simanjuntak

Raja Marsundung Simanjuntak adalah salah satu cucu dari Sibagot Ni Pohan, Sibagot Ni Pohan ini mempunyai empat orang anak:
1. Tuan Sihubil.
2. Tuan Somanimbil.
3. Tuan Dibangarna.
4. Raja Sonakmalela.

Tuan Somanimbil mempunyai tiga orang anak, yaitu:
1. Somba Debata (Siahaan).
2. Raja Marsundung (Simanjuntak).
3. Tuan Maruji (Hutagaol).

Raja Marsundung mempunyai istri pertama yang bernama Taripar Laut boru Hasibuan. Dari isteri pertama ini Raja Marsundung mendapatkan satu orang anak yaitu Raja Parsuratan.
Beberapa tahun setelah Taripar Laut boru Hasibuan meninggal, Raja Marsundung mengambil isteri dari negeri Sihotang (dekat Pangururan Samosir) yang bernama Sobosihon boru Sihotang. Dengan demikian sejak itu Si Raja Parsuratan memiliki ibu tiri (panoroni). Dari isteri yang kedua ini lahirlah Raja Mardaup, Raja Sitombuk, Raja Hutabulu dan dua orang anak perempuan. Salah satu dari dua anak perempuan Raja Marsundung kemudian kawin dengan marga Sirait.
Rupanya hubungan antara Raja Parsuratan dan ibu tirinya Sobosihon boru Sihotang kurang harmonis. Hal ini dapat dimaklumi karena di orang Batak, antara anak tiri dengan ibu tirinya sering tidak ada kecocokan/kerukunan, juga karena si Bapak selalu lebih memihak kepada isteri keduanya. Karena kondisi yang tidak menyenangkan ini, Raja Parsuratan meninggalkan kampung halamannya dan pergi ke kampung Tulangnya di Sigaol, desa Marga Hasibuan.
Menurut cerita orang-orang tua, Raja Parsuratan cukup lama tinggal di Sigaol, bahkan sampai-sampai orang di sana mengira dia bermarga Hasibuan. Kemudian Raja Parsuratan mengawini boru tulangnya yakni Boru Hasibuan. Beberapa lama kemudian Raja Parsuratan mendengar berita bahwa bapaknya, Raja Marsundung telah meninggal dunia. Raja Parsuratan kemudian kembali pulang ke kampung halamannya di Parsuratan, Paindoan Balige. Di Balige inilah kemudian Raja Parsuratan menetap dan hidup berdekatan dengan ibu tirinya, Sobosihon boru Sihotang dan anak-anaknya yaitu Raja Mardaup, Raja Sitombuk dan Raja Hutabulu serta dua orang anak perempuan.
Salah satu keturunan Raja Marsundung dari isterinya Sobosihon boru Sihotang, yaitu anak yang tertua (anak perempuan) sangat dekat dengan ibunya. Sebagai anak yang tertua, maka dialah yang selalu gigih membantu ibunya sementara adik-adiknya masih kecil-kecil.
Karena Raja Parsuratan magodang (artinya besar) di kampung tulangnya, maka dia tidak memiliki hubungan yang dekat dengan bapaknya, sehingga setelah meninggal, tidak ada pesan dari Raja Marsundung kepada Raja Parsuratan terutama mengenai harta yang ditinggalkan. Raja Parsuratan menganggap bahwa harta yang berupa satu ekor kerbau merupakan anak dari kerbau-kerbau yang dipungka Raja Marsundung dengan Taripar Laut boru Hasibuan. Disinilah malapetaka itu berawal (bonsir ni parbadaan i), yang disebabkan hanya karena memperebutkan seekor kerbau saja.
Tidak ada bukti maupun petunjuk (keterangan), yang dapat menjelaskan bahwa persengketaan disebabkan oleh harta¬ harta yang lain seperti sawah atau benda tidak bergerak lainnya. Sekali lagi sumber perselisihan hanya karena seekor kerbau.
Selanjutnya karena kedua belah pihak yaitu Raja Parsuratan di satu pihak dan Sobosihon boru Sihotang dan anak-anaknya di lain pihak, memiliki sawah masing-¬masing, kepemilikan kerbau menjadi sangat penting (untuk membajak sawah). Sulit bagi kedua belah pihak untuk memanfaatkan tenaga kerbau yang hanya seekor itu secara bergiliran. Sampai saat ini tidak jelas ceritanya apakah kerbau yang satu ekor itu secara de facto berada dalam penguasaan Raja Parsuratan atau dalam penguasaan Sobosihon boru Sihotang dan anak-anaknya.
Akhirnya timbullah emosi (hona mara) Raja Parsuratan (konon kabarnya) yang berakibat meninggalnya putri sulung dari Sobosihon boru Sihotang. Tidak jelas kapan dan apa yang mengakibatkan putri sulung tersebut meninggal. Namun meninggalnya putri tercinta inilah yang menjadi sebab dari pertikaian/perselisihan antara Raja Parsuratan (yang kemudian dikenal dengan Parhorbo Jolo) dengan Raja Mardaup-Raja Sitombuk-Raja Hutabulu (yang kemudian dikenal dengan Parhorbo Pudi) yang berlangsung hingga saat ini. Perselisihan ini sebenamya sudah pernah dicoba untuk diselesaikan oleh saudara-saudara Raja Marsundung yaitu Siahaan dan Hutagaol, bahkan oleh keturunan Si Bagot Ni Pohan. Namun sampai saat ini belum terjadi penyelesaian.
Menurut pendapat Penulis, peristiwa meninggalnya putri sulung itu sengaja didramatisir oleh orang-orang tertentu yang ingin membuat perpecahan di antara turunan Raja Marsundung Simanjuntak hingga dewasa ini. Bahkan cerita tersebut sudah meluas karena dengan sengaja, cerita mengenai kematian putri sulung tersebut disebarkan ke marga-marga lain yaitu kepada marga-marga yang mempunyai kaitan perkawinan dengan marga Simanjuntak, terutama pihak boru.
Demikianlah salah satu contoh yang menunjukkan betapa tingginya kadar konflik pada orang Batak. Konflik yang disebabkan oleh faktor kultur yaitu konflik hubungan sosial (social conflict), ditambah lagi dengan ketidakcocokan diantara para pemimpin non-formal, diantara kedua belah pihak.
Konflik diantara marga Simanjuntak semakin memanas setelah adanya perbedaan kepentingan pada masa Orde Lama, yaitu pada tahun 1963. Pada waktu itu dilakukan pembuatan tugu Sobosihon boru Sihotang di Balige yang tujuannya adalah untuk kepentingan golongan tertentu yang ingin mengumpulkan massa. Pihak ini menggalang solidaritas di antara turunan dari nenek moyang Sobosihon boru Sihotang yang jumlahnya cukup banyak. Marga Simanjuntak adalah salah satu marga terbesar dikalangan suku batak hingga terkenal istilah Simanjuntak na solot di ri (Simanjuntak Ri) yang artinya dimana ada rumput (ri), disitu ada Simanjuntak. Pendirian tugu ini dilaksanakan oleh tokoh-tokoh dari turunan Raja Mardaup, Raja Sitombuk, dan Raja Hutabulu di bawah pimpinan Alm. Drs. Parlagutan Simanjuntak, yang pada waktu itu menjabat sebagai Bupati Tapanuli Utara. Pendirian tunggu ini tidak mengikutsertakan atau mengundang turunan Raja Parsuratan. Tidak lama sesudah peresmian tugu, terjadi pemilihan Bupati Kepala daerah Tk II Tapanuli Utara dan pada saat itu Drs. Parlagutan Simanjuntak yang juga menjadi calon bupati secara tiba-tiba meninggal dunia. Oleh karena Drs. Parlagutan Parlagutan Simanjuntak meninggal dunia maka calon Bupati lainnya yaitu Kolonel Sinaga terpilih menjadi Bupati. Setelah tugu Sobo Sihon boru Sihotang didirikan, maka sejak itulah terbentuk perkumpulan Simanjuntak Sitolu Sada Ina.
Pada tahun 1968 telah dibentuk pula perkumpulan persatuan Raja Marsundung Simanjuntak yang anggotanya terdiri dari turunan dari Raja Marsundung Simanjuntak yang lengkap, yaitu Parsuratan, Mardaup, Sitombuk, dan Hutabulu. Perkumpulan persatuan Raja Marsundung Simanjuntak merupakan suatu perkumpulan yang menyatukan seluruh keturunan dari Raja Marsundung Simanjuntak baik keturunan dari istri pertamanya, Taripar Laut boru Hasibuan, maupun dari istri keduanya, Sobosihon boru Sihotang.
Banyak lagi perselisihan-perselisihan di antara orang Batak yang membuat pergaulan sehari-hari menjadi tidak harmonis, antara lain marga Silalahi dengan marga Sihaloho, marga Panggabean dengan Marga Hutabarat, juga perselisihan di antara turunan Si Raja Lontung. Tetapi perselisihan tersebut tidak separah perselisihan diantara keturunan Raja Marsundung Simanjuntak.
Sebenarnya, jika teliti lebih jauh, semua masalah yang menjadi penyebab timbulnya konflik tersebut relative sepele (tidaklah prinsipil), namun akibatnya jelas terasa di dalam upacara-upacara adat Batak. Persoalan marga-marga ini sepertinya susah/sulit diselesaikan. Kurang harmonisnya pergaulan di kalangan orang Batak dapat mengakibatkan tidak optimalnya Dalihan Na Tolu. Oleh karena itu, pada jaman reformasi dan era globalisasi ini, perlu disosialisasikan paradigma baru Dalihan Na Tolu dengan melaksanakan prinsip sinergi dan prinsip win-win solution untuk mengefektifkan Dalihan Na Tolu membawa orang Batak menuju kesatuan dan persatuan.
Untuk menyelesaikan konflik/perselisihan perlu diaktifkan peranan Dalihan Na Tolu seperti misalnya musyawarah mufakat, runggun partukkoan (dialog, kompromi, rekonsiliasi) atau membuat Padan atau Janji, dengan berpegang pada prinsip win-win solution. Peranan Gereja juga penting untuk memfasilitasi usaha rekonsiliasi diantara marga-marga yang masih ada perselisihan diantara sesamanya.

128 komentar:

Unknown mengatakan...

Hmm... cerita yang di putar balikan. Kata siapa parhorbo pudi membenci parhorbo jolo? Trus pernahkah parhorbo jolo meminta maaf secara resmi pada adik2nya parhorbo pudi sehingga parhorbo pudi harus mau memaafkan abangnya parsuratan? Menurut penulis cerita ini sengaja di dramatisir? apakah gampang menyebarluaskan berita ini di kala informasi tidak secepat sekarang? Sudah adakah usaha parsuratan untuk menyatukan keturunan raja marsundung?

GRAVESTONE mengatakan...

Bang Juntak, sebagai orang beragama, kita kalau mau meminta maaf tentunya tidak perlu lagi mencari mana yang benar dan mana yang salah. Kejadian ini sudah berlangsung ratusan tahun yang lalu, sulit untuk mencari bukti siapa yg benar dan siap yg salah. Pahorbo jolo maupun pudi tidak harus saling memaafkan dalam arti orang/kelompok, tetapi mari kita memaafkan masa lalu yang ternyata tidak menguntungkan bagi parhorbo jolo, maupun parhorbo pudi...
Untuk pertanyaan yg terakhir, jawabannya adalah Punguan Ni Raja Marsundung ini terdiri dari Simanjuntak yg dulunya adalah parhorbo Jolo dan parhorbo pudi yang telah memafkan sejarahnya dan kemudian bersatu menatap masa depan yang lebih baik....

natal ia mengatakan...

Salom, saya baru membaca cerita legenda atau apaun namanya dari Parhurbo jolo dan Parhorbo pudi dan saya sangat terkejut karena dikatakan disitu seolah-olah si raja parsuratan yang di tindas padahal adalah sebaliknya, dan penulis perlu ketahui sebenarnya yang paling keberatan dalam hal ini adalah tulangta RAJA SIHOTANG SIGODANGULU karena bagaimana namboru mereka diperlakukan tidak manusiawi oleh keturunan Raja Parsuratan, orang tua mengatakan jolo ni dilat ninna bibir asa mangkatai, memang dalam hal agama keadaan ini sudah menyalahi tapi perlu diketahui bahwa Parhorbo pudi tidak pernah menaruh dendam kepada keturunan Parhorbo jolo hanya sampai sekarang kita tidak satu dalam paradaton, saya adalah kebetulan yang lahir pada pesta Tugu Sobosihon br Sihotang yang mana waktu itu orang tua saya Rudolf Simanjuntak dan Hermina br Tampubolon yang manghasuhuthon dan saya lahir tanggal 21 September 1963 atau hari kedua pesta tersebut, dan diberi nama MARSUNDUNG SIMANJUNTAK.

Unknown mengatakan...

Hebat kali cerita versi om yang satu ini...yang jelas... kami tidak akan pernah sahundulan di peradatan dengan kalian par horbo jolo...kami tidak dendam dgn kalian..kalau kami dendam, tentunya udah banyak kasus di negeri ini SIMANJUNTAK MEMBUNUH SIMANJUNTAK.., itu alasan kalian aja parhorbo jolo bahwa kami de ndam...Silahkan kalian bangga bisa dirikan punguan marsundung..tapi punguan kalian di Semarang hidup segan mati tak mau...dan kurasa ditempat lainpun demikian. Viva PSSSI&BB.

parlin mengatakan...

Horas....Saya sudah baca Cerita tentang Sejarah Simanjuntak, yang mana perlakuan Simanjuntak Parsuratan terhadap Simanjuntak PSSSI ( Parhorbo Pudi ) memang diluar Prikemanusian..,Tetapi perlu kita ingat bahwa itu sejarah dan kejadiannya sdh ratusan tahun yg lalu...dan sdh saatnya Kita Sebagai Manusia yg beragama utk bisa saling memaafkan dan tdk mewariskan kebencian dan demdamm kepada Anak Cucu kita, Karena Tuhan tdk pernah Menyukai Manusia yg tdk bisa memaafkan kesalahan Orang lain...Jadi kepada Seluruh Poparan Simanjuntak, marihlah kita saling bergandeng tangan Utk membawa Simanjuntak agar lebih besar,lebih sukses dan Sejahtera.Tuhan Memberkati.

PSSSI.

ompung sim mengatakan...

Opung Berkata:

yang memanipulasi sejarah adalah Psssi anggar kekuatan pada zaman orde lama memaksakan pembuatan /pembangunan tugu Ompung br Sihotang sehingga salah ambil tidak musjawarah dgn Pomparan ni Raja Marsundng tentang dimana sebenarnya makam br Sihotang .cerita dari pihak psssi sepihak mengandalkan torop ni partubu tidak pernah bertanya kepada pihak lainnya metang2 kita lebih banyak.Terlepas dari siapa yg salah pada ratusan tahun yg lalu saya kira tidak perlu turunannye minta maaf.cerita tetang jaman dahulu belum tentu semua benar.banyak cerita bohong apalagiadanya pihak ketiga yang mengadu domba agar Simanjuntak naboloni pecah jangan lupa pengaruh Pem Belanda selalu memecah suku,marga itulah sfat penjajah kemudian ditambah lagi pada zaman orde lama thn 1960 a/d1965 pengaruh pki selalumembuat kacau dengan ajaran pertentangan kelasnya sengaja membangun tugu Ompunta brSihotang menjadi situasiagak panas karena terungkit lagi peristiwa lama yang tadinya sudah mulai dingin. Saya himbau gerasi muda khususnya generasib Simanjunttak :Belajar Silsilah 2:sekarang abad Internetbercomunikasilah untuk persatuan karena persatuan syarat utama untuk,kekuatan dalam pembangunandisegala bidan HORAS TONDI MADINGIN PIR TONDI MATOGUoou

ompung sim mengatakan...

pesta ulang tahun ke 40 tahun punguan Raja Marsundung Simanjuntak se Kab Dairi berlangsung sangat meriah dihadiri tulang marga Sihotang dan Hasibuan sebelumnya berkunjung ke makam raja Marsundung dan ke makam br Hotang di Balige perlu diketahui sluruh marga Simanjuntak makam Raja Mardundung sdh di UP Grade bahwa ada saran agar pesta Bona Taon seluruh Indonesia Raja Marsundung diadakan di Sidikalang Horas.

Unknown mengatakan...

SALAM DAMAI
perkenalkan saya KEVIN JULIO PERDANA SIMANJUNTAK parsuratan tentunya
Masih berumur 18 Tahun
OPung sim benar hut 40 itu meriah sekali saya ada disana pUng
hahaha sukses bukan?
tapi andai kita bersatu dngan PSSSI terutama yang parhorbo jolo meski seharusnya kita tak membedakan lagi parhorbo jolo mauPUn pudi
PAsti acara simanjuntak itu sangat meriah jika bersama

intinya pesan saya
JANGAN LAH KITA MENGINGAT MASA LALU
MARILAH BERSATU MENUJU JALAN YANG LEBIH BAIK
DENGAN BERSATU SIMANJUNTAK PASTI AKAN LEBIH BAIK
BUKAN BERARTI JIKA KITA BERSATU AKAN ADA BENCANA PASTI AKAN ADA HIKMAT YANG TERBAIK

buat bg JUNTAK
baiknya kita berpikir dewasa bang
demi kebaikan apa salahnya kedua belah pihak saling memaafkan
laginya SUDAH PERNAH ADA USAHA PERDAMAIAN DI SIDIKALANG
TEPATNYA DI JLN SM RAJA BAWAH SIDIKALANG
DIPELOPORI KAKEK SAYA BERSAMA TEMAN2NYA....

ompung sim mengatakan...

ZAMAN INI zaman Internet zaman Globalizes zaman modern.Oleh Karen itu, Marga Simanjuntak harus bersatu ,sehingga, dia bukan hanya Sinanjuntak Nabolon.i tetapi dia juga Simanjuntak Yang Lengkap,sekali gus, jangan disebut lagi parhorbo jolo atau parhorbo pudi .,.Mengingat sekarang baik Persuratan maupun Mardaup Sitombk Hutabuluj "sudah hebat2 ada jenderal ada JaksaTinggi ada Ketua Pengadilan Tingg .ada pula calon Gub ada calon Bupati ayo bersatulah Simanjuntak,beda pendapat, boleh saja. tetapi.hilangkan mithos .Fakta bahwa di suatu daerah pernah terjadi bahwa seorang Camat akan dimutasi oleh pak Bupati si Camat minta bantuan kpd salah seorang Bpk Anggota Muspida yg kebetulan dari Parsuratan si Camat tsb dari marga Simanjuntak yg bukan Parsuratan maka selamat lah dia tetap camat kemudian dibawala sipanganon namasak ,kan nunga mardomu di sipanganon ndang adong masalah naek pangkat do sude eeeh marsak rohangku mangida sikap ni nadeba nunga godang mangalualu tuahu nasundat Perkawinan angka namasihaholongan Marsada ma hita HORAS MA ,ompungtasya

ompung sim mengatakan...

ZAMAN INI zaman Internet zaman Globalizes zaman modern.Oleh Karen itu, Marga Simanjuntak harus bersatu ,sehingga, dia bukan hanya Sinanjuntak Nabolon.i tetapi dia juga Simanjuntak Yang Lengkap,sekali gus, jangan disebut lagi parhorbo jolo atau parhorbo pudi .,.Mengingat sekarang baik Persuratan maupun Mardaup Sitombk Hutabuluj "sudah hebat2 ada jenderal ada JaksaTinggi ada Ketua Pengadilan Tingg .ada pula calon Gub ada calon Bupati ayo bersatulah Simanjuntak,beda pendapat, boleh saja. tetapi.hilangkan mithos .Fakta bahwa di suatu daerah pernah terjadi bahwa seorang Camat akan dimutasi oleh pak Bupati si Camat minta bantuan kpd salah seorang Bpk Anggota Muspida yg kebetulan dari Parsuratan si Camat tsb dari marga Simanjuntak yg bukan Parsuratan maka selamat lah dia tetap camat kemudian dibawala sipanganon namasak ,kan nunga mardomu di sipanganon ndang adong masalah naek pangkat do sude eeeh marsak rohangku mangida sikap ni nadeba nunga godang mangalualu tuahu nasundat Perkawinan angka namasihaholongan Marsada ma hita HORAS MA ,

Frischilia mengatakan...

bang juntak
setau saya cerita yang diatas masih belumlah lengkap dengan fakta yang sebenarnya , penderitaan sibosihon br hotang belum sebarapa yang di paparkan . seperti buah dada boru hotang yang terkena potng sebelah samapai saat ini masih dapat kita lihat ditugu simanjuntak di balige.
tapi biarpun demikian adik parsuratan slalu lapang dada menerima perdamaian dari abangnya parsuratan

Marsundung mengatakan...

Cerita itu belum ada yang bisa membuktikan kebenarannya secara benar alias FIKTIF. Tahun berapa kejadiannya, siapa saksinya, data apa yang bisa menguatkan, dsb.

Sudahlah jangan lagi di sebarluaskan cerita yang menyesatkan ini. Karena ini menyangkut kerukunan hidup manusia bukan kerbau. Apa jadinya kalau orang2 bermental kerbau membaca fiksi sesat ini.

Jadi tidak ada yang harus minta maaf dan memaafkan dari hasil fiksi ini. Hidup saja sebagai manusia.

Kalaupun Tidak bisa bersatu ya sudah jangan dipaksakan. Mari kita bersatu dengan manusia saja. Kenapa maksa kerbau untuk bersatu sama manusia.

Jangan merasa ke"GR"an karena diceritakan oleh fiksi sesat itu telah di ZOLIMI, jadi harus dimintai maaf. OMG. kasihan generasi yang akan datang.

GBU..

juntak mengatakan...

molo sejarah na hujaha. di dok omak ni sitolu sada ina do asa uang dendam tu parsuratan kira - kira pesannya demikian :

• Jangan lupakan apa yang telah dilakukan oleh abangmu RAJA PARSURATAN akan tetapi, jangan balaskan perbuatan jahatnya karena hanya MULA JADI NA BOLON (Tuhan) sajalah yang akan membalaskannya.
• RAJA PARSURATAN itu adalah abangmu sebagai ganti ayah bagimu, dimana dia duduk janganlah kamu menghampiri dan jika kamu sedang duduk di suatu tempat kalau dia datang tinggalkanlah dia, karena dia adalah ganti ayah bagimu yang harus kamu hormati.
• Jangan kamu menyusahkan hatinya walaupun dia menyusahkan kamu, bila kamu sedang menyalakan api di dapur rumahmu atau dimana saja lalu asapnya terhembus angin ke rumahnya atau ke arah di mana abangmu berada padamkanlah apimu itu supaya dia tidak mengeluarkan air mata karena asap apimu walaupun kamu harus terlambat menyiapkan masakanmu.
• Jangan bertengkar dengan abangmu, sebab itu apabila tanamanmu ada yang condong tumbuh mengarah ke pekarangan rumahnya seumpama tanaman pisangmu sedang tumbuh dan berjantung maka lebih baik tebang saja itu dari pada setelah buahnya ada lalu diambil oleh anaknya dan kamu tidak bisa menahan emosimu dan bertengkar.

Abednego Simanjuntak mengatakan...

Opung,

Saya Simanjuntak no. 15.
Mau tanya, apakah di tahun 2011 ini ada bona taon raja marsundung simanjuntak?.

Kalau saya mau masuk punguan raja marsundung simanjuntak di lokasi Ciledug-Bintaro, bisa menghubungi siapa?.

Terimakasih.

edison mengatakan...

Horas tondi madingin pir tondi matogu,Amanta Debata ma nama ngiring-iring dohot nama nogu-nogu, Emmm..ma tutu.Kata upasa Batak Horas !!!kalau cerita simanjuntak yang tidak boleh duduk saparadaton dikarenakan mitos Horbo Jolo dan Horbo Pudi,ini merupakan pemikiran yang sempit,kalau boleh saya contohkan!,lebih sempit dari lobang jarum.Karena mitos ini sangat prokatif, artinya pesan perpecahan,karena kalau orang Tua yang baik pastilah tdk meninggalkan perpecahan kepada keturunannya,apalagi anak sediri.Apalagi Kristen, HKBP lagi,karena ada Firman Tuhan mengatakan 1 Joh.4:20.Jikalau serong berkata:"Aku mengasihi Allah"dan ia membenci saudaranya,maka ia adalah pendusta,karena barang siapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya,tidak mungkin mengasihi Allah,yang tidak dilihatnya. Dan pada 1Joh.3:15.setiap orang yang membenci Saudaranya,adalah seorang Pembunuh Manusia.dan kamu tahu,bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya. Amin

Nerry Simanjuntak Mardaup 16 mengatakan...

Nerry Simanjuntak Mardaup 16

klo aku penganut JASMERAH (Jangan Sekali2 Melupakan Sejarah )tapi juga aku bukan seorang Narsis. Jadi klo menurutku masalah Horbo PUDI-JOLO seperti konvoi bus aja... Sesama bus harus saling jaga jarak DEMI keamanan, kenyamanan dan keselamatan bersama

hizkia mengatakan...

saya hizkia simanjuntak no 16 hutabulu...

horas, turunan ni raja marsundung simanjuntak :-)

Unknown mengatakan...

salom saya eli morses siamnjuntak mardaup no 15

iz ga penting amat si meributkan hal yg ga jelas kayak gityu

apa kalian hapal atau mengerti sejarah agama dengan baik
jawabnya: tidak

tp knapa kalian lebih memilih menghayati dan memahami soal sejarah dr pada agama?

Unknown mengatakan...

Syalom...
Sebagai manusia yg berbudaya kita harus menghargai sejarah,menghargai bkn hrs percaya sepenuh nya(tp kita bs mempelajari kebenaran sejarah trsbt)..sebagai mahluk sosial/bernegara harusnya kita lbh percaya Akn hal yg nyata dan bisa dibuktikan..sebagai org yg berAgama kita hrs nya lebih mengutaman hal yg bisa membuat kita sama(slng mengasihi) sama2 ciptaan Tuhan,sama2 orang batak...dst bkn sebaliknya..kesimpulan nya marilah kita sama2 melihat masa depan...kita mulai dari hati kita sendiri,mngkn prinsip/cara hidup oppung2 kita dulu sudah tdk tepat lagi untk org2 jaman sekarang ini...(Hidup simanjuntak millenium)

Unknown mengatakan...

Syalom...
Horas tu hita sude..
Saya bangga dilahirkan sbg org Batak,
sampai skrg saya pegang janji/padan ni Natua-tua hita,jngn sampai sa'Ulaon adat tu Parhorbo Jolo..itu saya pegang teguh..
Kalau kita meng'Imani secara Kristiani tdk salah kita satu Gereja dgn Parhorbo Jolo Sah-sah aja..karena tdk ada sangkut pautnya..
dgn Iman kita..
tapi ingat padan ni Natua-tua jangan kau Sakiti..mereka..Hormatilah Orang Tuamu..supaya Lanjut umurmu..maka itu mereka memisahkan supaya tidak saling menyalahkan..tdk ada menang atau kalah..
jadi sudahlah kepungaun masing-masing aja..

AD 1 E mengatakan...

saya tony.simanjuntak mardaup 14 sibadogil.

bersihkan hati, terangkan pikiran, lupakan perselisihan, ingat persaudaraan. kita lahir dizaman modern. bersikaplah secara modern!!!

AD 1 E mengatakan...

aku PRU Mardaup 14 Sibadogil
Horasss....tanamkan rasa persaudaraan diantara sesama manusia!!!

Unknown mengatakan...

Leopold 16th Simanjuntak Sitombuk

aku cm mau melestarikan budaya Indonesia...
Klo Parhorbo jolo dan parhorbo pudi berdamai....kalian berarti sudah merusak budaya negeri ini...

Lanjutkan!!!

Unknown mengatakan...

Horas dihita pomparan omp raja marsundung.

Molo boi komentar saotik, godang do hu jaha komentar2 dikolom on dikaitkan tu ayat nibible, alai sbg org yg mengimani Tuhan seharusnya ada juga yg mengkomentari " Poda ni Debata berbuat baiklah, dan laksanakanlah apa yg dimaksud buah buah roh, karna mmg tdk ada pasal yg menentang utk berbuat baik"
Jadi,,,, kt sebaiknya berbuat spt apa utk permasalahan ini? Ya mari kt renungkan apa yg diinginkan Tuhan dr manusia...
Note: Dulu Belanda menjajah Indonesia
Jepang menjajah Indonesia.
Sekarang bgm perlakuan kt jk anak dr ke 2 warganegara tersebut menikah dan kita diundang menghadiri pesta tersebut? Apakah kt akan hadir dipesta tsb? Smentara mrk adalah pimpinan kt diperusahaan kt bekerja.
Marilah berbuat baik utk berkat yg baik.

Unknown mengatakan...

HENDRA SIMANJUNTAK HUTABULU no 16
pesta bolon parsadaan simanjuntak sitolo sada ina 2013 di ISTORA SENAYAN JAKARTA.sangat meriah dihadiri +- 13000 simanjuntak dohot tulang ta sihotang.
Wow.... I love simanjuntak
MARDAUT SITOMBUK HUTABULU BORUNA

Unknown mengatakan...

salam Sejahtera dan Horas buat kita semua. Saya baru membaca Blogg ini dan saya tertarik sumbang pemikiran dan pendapat; pertamaa-tama saya dapat mengerti betapa sakit hatinya seorang ibu dan saudara laki-lakinya dimana putri/ ibotona terbunuh oleh anak/ saudara tirinya sendiri (menurut sejarah yg tertulis).sehingga sangat wajar kalau ada dendam. keadaan itu harus kita akui.Namun sebagai orang Kristen (maaf bagi yg agama lain)setiap hari minggu kita mengucapkan doa yang Tuhan Yesus ajarkan kepada kita: Ampunilah dosa-dosa kami Tuhan seperti kami mengampuni dosa orang lain. kalau merujuk ajaran Yesus ini dan kesalahan yg tidak pernah kita ampuni ( hal ini terbukti tidak mau berdamai/ rekonsiliasi atau tidak akan pernah duduk saparadatan), berarti kita tidak konsekwen dgn doa yang kita ucapkan, saya kuatir Tuhan Yesus mungkin senyum-senyum melihat kita?. Aku ( Tuhan Yesus sendiri), disalipkan dan mati akibat dosa-dosa kita dan terakhir Dia katakan; ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. jadi menurut saya memang sejarah tidak boleh dihilangkan tetapi permusuhan, tidak boleh dipelihara, apalagi diwariskan ke anakcucu kita.Paradigma harus berubah, Kasih Yesus yang begitu besar bukan hanya tertulis di Alkitab tetapi harus terukir di kehidupan kita sehari-hari.Mauliate, mohon maaf kalau pemikiran saya kurang berkenan. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Horas.

Unknown mengatakan...

Ngeri do ate kisah nai..alai..ttp dang boi pa dame i bah..nga mol be i..nge mendaraH. DGing be dendam i..o..iya aku juntak hutabulu 16………tgl di siantar..slam knal

Unknown mengatakan...

Hahaha.........
Ni ekkel hon nama molo didok hamu adong dendam ni popparan ni psssi tu pomparan parsuratan.
Jgn kita pungkiri dlm kehidupan sehari" ,kita pasti sering bertemu kedua belah pihak.baik digereja,baik diacara pernikahan marga lain,baik dikantor kita masing" bekerja atau pun dikedai tuak.
yg menjadi pertanyaan untuk kita apakah bantin kita bisa saling bertemu?
Karna aku sering bertemu abg ku paesuratan,jika ketemu dengan ku lgsg pergi menghindar.
Jadi siapa sebenar'y yang dendam????

Horas...
Hasiholan simanjuntak,mardauk no 14mpekanbaru

Unknown mengatakan...

Udahlah!! Hidup Damai saja
Tapi kalau sudah mendarah daging ‎​ªþa̲̅ ‎ boleh ϐυªț..
ªќƲ Juliyanti Simanjuntak Mardaup No.16 dari Lubuk pakam

Unknown mengatakan...

kalian yang bukan lahir di jamannya, jangan makan mentah2 sejarah itu. itu sejarah ratusan tahun. jangankan sejarah ratusan tahun, sejarah kelam kasus G30SPKI dan 98 aja blm tau kebenarannya yang jelas. kalo toh itu benar, hanya yang bodoh aja mendalami & memaknai sejarah kebencian antar simanjuntak.
horas, leo simanjuntak parsuratan no.16..

lamhot simanjuntak mengatakan...

saya lamhot maroloptua simanjuntak no 17 hutabulu.saya sangat tidak mengerti tentang sejarah marga saya sendiri,saya tidak pernah ikut kegiatan marga.saya sangat bangga dengan marga simanjuntak,tetapi saya bingung knp marga simanjuntak banyak yg keras kepala dan selalu memikirkan harta,apa bener marga simanjuntak terkenal dengan kekayaannya?klo emng seperti itu knp saya tidak pernah mendengar marga simanjuntak memimpin suatu company,dari situ keliatan klo marga simanjuntak itu tidak ada hartanya kecuali mempunyai anak yang menuruti orang tuanya.saya sangat kasihan membaca sejarah tentang marga saya sendiri,kenapa bisa segitunya sampai membunuh saudara sendiri demi warisan.saya bangga sebagai orang batak bermarga simanjuntak parhobo pudi.sejarah tetap sejarah dan itu harus di jaga demi kebaikan bersama..horas bah tu sudena..

Unknown mengatakan...

Horas.. saya br simorangkir tubuni br simanjuntak san parsuratan.
Tikki sohot natorashu mardomu do sude disi marga simanjuntak, alana parjolo di keluarga nami simorangkir godang do sohot dht marga simanjuntak tubu ni boru hotang, mardaub,sitombuk dohot hutabulu.. jala natorashu boru do simanjuntak parsuratan pertama na ro tu keluarga besar simorangkir namorasabungan san Tarutung,
Denggan do ulaon i.. saparadaton do sude disi simanjuntak..mengambil peran masing2 dalam adat itu, songonima pandok ni akka cerita ni natua2..oppung dht akka sisolhot nami tu au.

Gabe sai sukkun2 dirohakku..boasa dang boi saparadaton sa hundulan? Aha na masa molo saparadaton?
Marsattabi ma jo au di tu akka natua2..ai akka opputta sijolo2 tubui tong do manusia songon hita..boi do pilit jala tona nai boi doi bersipat sementara..holan tu anakna na tolu i..ai naso mungkin nai do dabah natua2 ,menginginkan perpecahan di keturunannya sampai selama2na..
Dungi hita nga hidup di zaman modern on..boasa sai berpikiran konservatif? Aha do rugina molo rap saparadaton?
Sejarah manang mitos i dang masalah..na penting tujoloan on do... sahat tu andigan sai adong gap/pemisah????

Sada hailahan bolon do on tu marga simanjuntak maradophon marga naasing..
Ai tung pe jukkat raja parsuratan nahinan..gabe sude ma keturunannya jukkat? Ai tung pikkiri hamu jo? Ale dampakna gb terkucilkan do kturunan ni parsuratan ala ummotik nasida.
Cuma butuh logika dan kebesaran hati kok .. unang sikkola hita timbo ale pemikiranta sai konservatif dope. Sejarah utk dikenang, dipelajari, bukan utk dipraktekkan lagi ai nga beda zaman hita dht opputta sijolo2 tubui.

Hidup dalam kungkungan belenggu masa lalu yg kelam tidak berdampak baik bagi masa depan.

Horas sian au beremuna

Unknown mengatakan...

Mungkin satu2 na dalan asa mardomu ima pajongjonghon tugu ni raja marsundung rap dohot boru hasibuan dht boru hotang.

Sai gok na mandok..dikehidupan sehari2 boi do domu..diparkarejoan dht di keagamaa..ale hita halak batak..aha do napatudu hita halak batak ianggo so maradat ? Gabe sai sisubang na sa marga.. ironis hian jala dang masuk akkal menuruthu.

Holan butuh lambas ni roha do on dohot kemauan utk mardomu .
Semoga segera terwujud.. salut dengan perjuangan punguan SRM , semoga marga simanjuntak lainnya segera tergerak hatinya..

Unknown mengatakan...

menurut saya.. selaku boru simanjuntak.. unang masi hosoman manang masipabali-balian hita keturunan ni oppung Raja Marsudung Simanjuntak alana jelas do taida saonari molo di pangarattoan on pe hita sakeluarga nama hita, akka naung salpu i salpu ma unang sai dipaingot- ingot. Alana i kan masalah ni akka sundut parjolo do jadi menurut hu hihta penerus ni akka marga Simanjuntak apalagi pihak ni akka baoa asa pamago ma akka hosom- hosom na jolo i.. molo menurut ahu talehon marohatta lao mampature Silsilah ta on asa sai denggan di mata ni masyarakat. Simanjuntak Parsuratan, Simanjuntak Mardaup, Simanjuntak Hutabulu, dohot Simanjuntak Sitombuk. tapadenggan ma molo so hita kaum muda i be mampadenggan ise be? ido kan akka dongan......?

Mikael Aryadin mengatakan...

Sy Simanjuntak Sitombuk no 13,karena Guru anak sy org jawa tp isteri dr Simanjuntak Parsuratan, lalu Sy dg Isteri sy kerumahnya, stlh pulang dr rumah Simanjuntak Parsuratan, sy bertengkar dan ribut dg Isteri sy,krna telah duduk dirumah Simanjuntak Parsuratan. jadi bukan Dogeng, sekarang juga masih berlaku,mk sy minta maaf kpd Ompung Br Hotang yg telah memberi Sumpah tdk boleh berteman atau berkunjung kerumahnya. jd bkn hukuman dr Parsuratan,akn tetapi dr Ompung br Hotang. terima kasih semoga ada gunanya kpd kita pomparan Simanjuntak Sitolu Sada Ina.a

Unknown mengatakan...

kalau boleh mamberi komentar, saya Simanjuntak Hutabulu no.16 Raja Odong,
1. awal dari semua ini adalah kasih. kasih dari inong br.Sihotang. dimana agar tidak ada lagi pertikaian atau bahkan pertumpahan darah, maka kami diberi jarak aman.Inong br Sihotang tidak mengajarkan dendam pada anak-anaknya.memang yang menyaksikan atau mendengar hanya kelima keturunannya dan diwariskan turun temurun.
2.kenapa marga Simanjuntak termasuk marga yang besar? Karena Simanjuntak adalah marga yang menghargai sejarahnya.secara khusus dalam versi saya, sitolu sada ina tidak menaruh dendam pada Parsuratan, demikian pula sebaliknya. cuma mengingat sejarah, masing2 saling menjaga jarak.
3. kalau dikaitkan ke Agama, ini bukan dendam, bukan benci hanya menghargai sejarah ataupun tona.toh seperti yang anda ketahui kalau kami bertemu, bukan lgsg bertengkar,berkelahi,saling maki dll.
4. jangan ada yang mengatakan "sudah ada yang bisa duduk bersama (saulaon), kenapa tidak semua bisa?". bagi mereka(saudara2ku Simanjuntak) yang sudah bisa bersama, saya ucapkan terimakasih dan jangan ada perasaan mengucilkan ataupun terkucil, karena kita semua adalah saudara.dan bagi yang belum (termasuk saya), tolong jangan dipaksa ataupun diberi pandangan2, karena bisa2 malah membuat jadi benci dan amarah beneran pada anda.jika dengan begini kami baik2 saja, kenapa harus dipaksa begitu?. pengalaman pribadi, saya punya banyak teman Simanjuntak Parsuratan. mereka memanggil saya "appara" dan saya memanggil mereka "abang". kami berbincang dan bermain bersama,namun dalam hal adat, masih ada rasa segan pada masing2.
4. bagi yang bukan marga Simanjuntak,atau karena istrinya Simanjuntak atau yang opungnya dulu bukan orang Batak namun diangkat jadi Simanjuntak (karena istrinya boru Batak), tolong jangan angkat bicara terlalu bebas tentang kami Simanjuntak. anda cukup jadi penonton saja. jika anda membaca ini, urungkan niatmu untuk memberi komen tentang Simanjuntak, yang Simanjuntak beginilah, Simanjuntak begitulah, tolong jangan. OK...???!!! terimakasih

Horas ma dihita saluhutna.

bondan rianto mengatakan...

Au br simanjuntak hutabulu sian siborong, sonari d rantauprapat.
Dang na dendam ito.
Alai na hu boto sian akka oppung, sumpah i do na sai iboan boan tu akka popparan na.
Dang na pi nabaen baen i.
Sada tikki(on fakta do on da)
Menikah lah bapauda parsuratan.
Dang tabo inna roha molo dang ni undang anggi na(parhorbo pudi)
Ro ma halak oppung dohot bapa tu paradatan i.
Alai sian jabu nga borat langka on. (Ala hea kejadian di ulaon na asing).
Di boto ito do aha na masa.
Masak so masak indahan di dapur, di tonga dalan paradatan i, mate hundul oppung parsuratan d pesta i.
Gabe sundat acarai, dtg angin kencang jd ambruk tenda sopo i.
Besok ny ke pemakaman.
Di jou muse bapa lao mamboan peti.
Sai d jugul hon natua tua do nang pe nga di dok dng boi saparadatan, sapahundulan.
Dhot ma bapa tu makam.
Mengangkat peti sian ambulan,
Ponggo hau na i.
Jai sahat tu saonari godang kejadian singon i.
Jd dang na holan cerita fiktif cerita on.
Sipata maila do iba tu halak na asing.
Semaraga alai dang marsiattoan.
Ale dang tardok.

bondan rianto mengatakan...

Au br simanjuntak hutabulu sian siborong, sonari d rantauprapat.
Dang na dendam ito.
Alai na hu boto sian akka oppung, sumpah i do na sai iboan boan tu akka popparan na.
Dang na pi nabaen baen i.
Sada tikki(on fakta do on da)
Menikah lah bapauda parsuratan.
Dang tabo inna roha molo dang ni undang anggi na(parhorbo pudi)
Ro ma halak oppung dohot bapa tu paradatan i.
Alai sian jabu nga borat langka on. (Ala hea kejadian di ulaon na asing).
Di boto ito do aha na masa.
Masak so masak indahan di dapur, di tonga dalan paradatan i, mate hundul oppung parsuratan d pesta i.
Gabe sundat acarai, dtg angin kencang jd ambruk tenda sopo i.
Besok ny ke pemakaman.
Di jou muse bapa lao mamboan peti.
Sai d jugul hon natua tua do nang pe nga di dok dng boi saparadatan, sapahundulan.
Dhot ma bapa tu makam.
Mengangkat peti sian ambulan,
Ponggo hau na i.
Jai sahat tu saonari godang kejadian singon i.
Jd dang na holan cerita fiktif cerita on.
Sipata maila do iba tu halak na asing.
Semaraga alai dang marsiattoan.
Ale dang tardok.

Unknown mengatakan...

Adong do hata ni natua tua mandok,
Jolo markaca iba tu palakka ni Babi asa nidok hata niba,,,
Jolo binoto masalah asa ni hatahon tu angka na torop,,,
asa unang pasigat sigat bulung,parigat rigat bulung gaol.
Gabe pasigat sigat hinalungun,
Mangarukkari si dangolon

Thinking positif

Unknown mengatakan...

Horas! Saya simanjuntak
parsuratan no.14 saya baru tahu cerita ini krna
dri lahir sy dijakarta, jadi karna ini kah,
pahorbo jolo sering dikucilkan ckck #salam
damai

Unknown mengatakan...

Simanjuntak nomor 15 Mardaup, Horas Damai Sejahtera bagi keturunan Simanjuntak Tuhan Membekati kita semua. Amin>

Unknown mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Unknown mengatakan...

Tulus Simanjuntak : Saya Simanjuntak Parsuratan, saya meminta maaf kepada adik kami tercinta untuk semua kesalahan yg pernah kami perbuat. Akan tetapi saya meminta kepada teman-teman dan saudara saya agar tidak lagi memusuhi atau menjauhi kami. Anggap lah kami sebagai abang yang baik di masa saat ini, mari kita bangun kebersamaan kita kembali. Kalau tidak sekarang kapan lagi kita dapat duduk bersama, kita sudah memiliki agama dimana segala dosa dan kesalahan manusia diampuni oleh Tuhan Yesus Kristus di kayu salib. Kepercayaan terhadap mistis atau yang timbul dari hati jangan lah dibuat sebagai penghalang bagi kita yang bersaudara. Percaya lah jika hati dan pikiran kita bersih hal-hal yang aneh pun tidak akan terjadi, karena kita adalah bangsa yang besar di masa yang akan datang. Amin.

Unknown mengatakan...

Saya boru Simanjuntak Mardaup 16, Horas semuanya!!! Terus terang saya juga tidak terlalu mempercayai sejarah itu. Tapi kalau mendengarkan cerita sejarahnya dari semua kerabat yang saya sudah tau bermarga simanjuntak. Memang benar dahulu terjadi pembunuhan terhadap adiknya itu dan ibu dari simanjuntak (maaf) dipotong payudara nya. Dan inilah yang mengakibatkan parhorbo pudi kesal dengan parhorbo jolo. Menurut saya, alangkah lebih baiknya kumpulkan semua marga simanjuntak dan buat acara meminta maaf perwakilan orangtua terdahulu agar tidak ada sumpah serapah yang berjalan sampai sekarang. Saya nggak pernah diajarkan orangtua saya membenci parsuratan, hanya papa pernah bicara kita harus jaga jarak saja. Namun hal itu nggak saya terapkan, karena sampai saat ini saya akrab dengan temanku boru Siagian dan mamanya boru Simanjuntak Parsuratan bahkan saya satu gereja dengan mereka. Puji Tuhan tidak terjadi apa-apa. Kita jangan menyalahkan orangtua yang menceritakan sejarah tersebut, karena tidak mungkin orangtua menceritakan kisah pahit secara BOHONG. Saya mohon, melalui media ini kita bisa sama2 berpikir. Horas!!!!!!!

Unknown mengatakan...

Horas PSSSI dohot boru dan bere sedunia... Sada hata ma hita pomparani boru hotang nga adong punguan ta sian na jolo. Ima ta pature-ture. Molo pungunan na asingi dang urusan ta i, molo adong akka dongan tubu ku na lao du asingi horas horas ma hamu sude mauliate
Ima hata sian ahu Franky Simanjuntak Situmbok nomor 16 sian Papua

Unknown mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Unknown mengatakan...

Ga penting klo saling ribut dalam satu marga.. Klo Orangtua berbuat kesalahan, apakah anaknya juga melakukan kesalahan? Padahal anaknya tidak melakukan kesalahan.. Tolong berfikir.. Apakah tidak malu mempunyai sejarah yang kelam? Kalian mencintai Agama atau sejarah adat?? Jangan mau terjerumus di konflik nenek moyang.. Mengasihilah engkau sesama manusia.. Damai itu Indah.. Bersatu kita teguh bercerai kita Runtuh.. Bersatulah kalian Marga simanjuntak.. Aku adalah korban dari perselisihan kalian.. Damailah.. Damailah.. Kiamat sudah dekat.. Horas.. JBU

greatjuntak mengatakan...

aku hengki sarilan simanjuntak...mardaup 15, kampung hal di Tapsel...geram kalo org2 selalu menceritakan perbedaan horbo jolo dan pudi..kiya harUs hati2 jgn sampe masuk hasutan dari pihak lain yg akan trus mencoba memisahkan kita lewat wacana sejarah simanjuntak..Hotas

Unknown mengatakan...

Betul sekali, dan seingat saya yg di ceritakan Bapak ke saya memang sprti ini adanya pesan Inong boru Hotang, saya tdk prnh dendam sama parsuratan, akan tetapi parsuratan sdhkah menghilangkan rasa iri dan rasa semena2 nya kepada adik2nya? Dgn rendah hati mengaku kesalahannya. Saya Kristen, dan agama saya mengajarkan utk kembali kejalan yg BENAR, harus mampu bertobat mengakui kesalahannya dan merubah sifat atau kesalahannya.

Saya mengucapkan ini krn membaca komen yg ada di atas sblmnya....membawa2 ajaran agama. Saya Sitombuk 16 Tuan Guntar.

Unknown mengatakan...

Saya Sitombuk 16 Tuan Guntar, ini bukan bicara dendam. kami sitolu Sada ina hanya memegang apa yg di perintahkan orang tua kami "ikkon pasangapon mu do natoras mu....." ini adalah Hukum Taurat. Jadi apa yg kami lakukan tdk lah menyalahi aturan agama.
Bicara berbuat baik utk jaman skrng, dari sekian banyak komentar yg saya baca hanya 1 Abang parsuratan yg menuliskan meminta maaf. Di hamu akka bere nami manang boru nami, jikalau kau mmng meyakini tdk masalah utk lbh dekat, lbh intim dgn parsuratan silahkan. Tp jgn pernah terucap kalian bere dohot boru nami asa dipadomu domu hamu Hami akka hula2 manang Tulang muna.
Saya punya amang boru ( pandita pulak ) dari parsuratan.keluarga kecil mereka prnh tinggal di rmh kami utk bbrp lama. Mmng tdk terjadi apa2, tetapi bukan berarti kami pun bisa sahudulan di paradatan.

Sekarang seberapa banyak atau mngkn kah semua Juntak Parsuran boleh mau mengakui perbuatan yg tdk menyenangkan di masa lampau nya? Bicara marga tdk bicara orng dulu atau orng skrng....bicara marga adalah bicara keluarga, baik yg sdh mati maupun yg msh hdp. Adakah dari semua atau sekian banyak abang Parsuratan yg datang dgn niat baik meminta maaf kepada semua Simanjuntak sitolu Sada Ina dan kepada Tulang Sihotang? Tanpa memisah misah, meminta maaf dulu ke Tulang, baru ke PSSSIB&B

Saya beri contoh: disaat perkenalan antara sesama batak, ternyata abang Parsuratan berkenalan dgn salah satu dari kami horbo pudi. Lalu mengucapkan, maaf Mada di akka na salpu adong kesalahan na binahen Hami abang Mon.
Saya yakin tdk prnh ada.....krn saya pun yakin sejak awal parsuratan tdk prnh tau kisah sedih yg kami rasakan krn perbuatan orng "dulu".

Orng Bijak akan merendahkan hatinya, krn rendah hati adalah yg di puji dan itu tdk menjatuhkan martabatnya sbgi Manusia, krn martabatnya yg jatuh adalah " rendah diri". Dan orng yg rendah diri adalah dia yg menganggap dirinya di atas orng lain.
#marimencobaakhlakdanberhikmatlah.

Unknown mengatakan...

Saya Sitombuk 16 Tuan Guntar, ini bukan bicara dendam. kami sitolu Sada ina hanya memegang apa yg di perintahkan orang tua kami "ikkon pasangapon mu do natoras mu....." ini adalah Hukum Taurat. Jadi apa yg kami lakukan tdk lah menyalahi aturan agama.
Bicara berbuat baik utk jaman skrng, dari sekian banyak komentar yg saya baca hanya 1 Abang parsuratan yg menuliskan meminta maaf. Di hamu akka bere nami manang boru nami, jikalau kau mmng meyakini tdk masalah utk lbh dekat, lbh intim dgn parsuratan silahkan. Tp jgn pernah terucap kalian bere dohot boru nami asa dipadomu domu hamu Hami akka hula2 manang Tulang muna.
Saya punya amang boru ( pandita pulak ) dari parsuratan.keluarga kecil mereka prnh tinggal di rmh kami utk bbrp lama. Mmng tdk terjadi apa2, tetapi bukan berarti kami pun bisa sahudulan di paradatan.

Sekarang seberapa banyak atau mngkn kah semua Juntak Parsuran boleh mau mengakui perbuatan yg tdk menyenangkan di masa lampau nya? Bicara marga tdk bicara orng dulu atau orng skrng....bicara marga adalah bicara keluarga, baik yg sdh mati maupun yg msh hdp. Adakah dari semua atau sekian banyak abang Parsuratan yg datang dgn niat baik meminta maaf kepada semua Simanjuntak sitolu Sada Ina dan kepada Tulang Sihotang? Tanpa memisah misah, meminta maaf dulu ke Tulang, baru ke PSSSIB&B

Saya beri contoh: disaat perkenalan antara sesama batak, ternyata abang Parsuratan berkenalan dgn salah satu dari kami horbo pudi. Lalu mengucapkan, maaf Mada di akka na salpu adong kesalahan na binahen Hami abang Mon.
Saya yakin tdk prnh ada.....krn saya pun yakin sejak awal parsuratan tdk prnh tau kisah sedih yg kami rasakan krn perbuatan orng "dulu".

Orng Bijak akan merendahkan hatinya, krn rendah hati adalah yg di puji dan itu tdk menjatuhkan martabatnya sbgi Manusia, krn martabatnya yg jatuh adalah " rendah diri". Dan orng yg rendah diri adalah dia yg menganggap dirinya di atas orng lain.
#marimencobaakhlakdanberhikmatlah.

Unknown mengatakan...

Ampun deh, segitu rumitnya dendam kesumat simanjuntak.
Saya marga simanjuntak, tinggal di surabaya, dr kecil tau kl simanjuntak ada pudi ada jolo, yg saya ingat, pd saat sy msh usia sekolah dasar pd awal thn 70an ayah sy hmpr setiap malam keluar rmh dan pulang larut malam, katanya sih rapat untuk mempersatukan juntak jolo ma pudi, eh... ternyata perpecahan itu masih eksis ya? Jadi ga ada guna dong dulu ayah saya rapat2 itu.
Saya sendiri dr kecil sampe tua gini ga tau tuh yang namanya ikutan adat, dan membatasi diri untuk bertemu dengan orang batak (but I'm proud to be Simanjuntak parhorbo jolo) karena entah marga apapun dia kalau ketemu, kenalan pasti nanyain jolo ato pudi, kl sebutin jolo pasti mukanya langsung beda dan cenderung sinis dan sampe setua ini belum pernah ketemu dengan juntak sejenis (hampir seluruh kota di negri ini sdh pernah saya singgahi/tinggali). Baru kali ini sy tahu; mgkn peyebabnya karena sejarah diatas ya. kasihan amat ya jadi simanjuntak yang terpecah belah, padahal bila bersatu potensinya amat besar, bagaimana kalo salah satu dr juntak jadi presiden NKRI ya?

Unknown mengatakan...

Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
Jika ya, silahkan kunjungi website ini www.kumpulbagi.com untuk info selengkapnya.

Di sana anda bisa dengan bebas share dan mendowload foto-foto keluarga dan trip, music, video, filem dll dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)

Unknown mengatakan...

Aku setuju abangku..maafin juga adik adik mu yang belum mengerti..

Unknown mengatakan...

Bagus ito..mantap

Unknown mengatakan...

Ya Tuhan ..... ampunilah kami secara khusus keluarga besar simanjuntak yang belum dapat menterjemahkan arti kebenaran firmanMu dalam kehidupan kami sehari-hari, biarlah damaiMu yang senantiasa ada dalam hati kami, Ya Allah Ya Tuhan ku dengarkanlah doa setiap kami yang rindu akan kebaikan dan jangan biarkan kami hidup saling menyalahkan biarlah arti kasih salib Kristus menerangi hati kami biarlah RohuldusMu memampukan kami mengartikan akan sebuah peristiwa masa lampau, kami mau hidup saling mengasihi sebagai mana Engkau ya Allah mengasihi hidup kami. Terima kasih Tuhan kami terlahir sebagai marga simanjutak dan Terima kasih Tuhan akan kebesaran marga simanjuntak dan ampuni kami Tuhan atas setiap kesalahan kami, Trimakasih Ya Tuhan ku Trima kasih Ya Allah ku didalam nama Yesus aku telah berdoa haleluya haleluya haleluya Amin.

Unknown mengatakan...

Na naeng hu sukkun tu hamu angka natua2, molo iba mangoli dohot boru simanjuntak parsuratan hape ibotokku nunga mangalap marga simanjuntak sitombuk. Songon dia do solusi na.

Unknown mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Unknown mengatakan...

Bryan simanjuntak
No 16 hutabulu...

Saya sangat mengherankan...
Kenapa setiap kita keturunan kita simanjuntak tidak tau kebenaran pada cerita ini...
Siapa yang salah & yang benar...

Masih ada kegelisahan hati ini...
Siapa sih yng salah???

Kami si pudi atau si jolo???
Dan kenapa kita tidak mengetahui semua itu?

Padahal itu cerita tentang kita anak ni raja marsundung

Dengan mengurangi segala rasa hormat...

Memang... Kita si pudi atau si jolo harus saling memaafkan..

Tapi... Kenapa masih ada dendam???

Saya yakin... Pasti karna cerita" yang berbeda kebenarannya...

Tapi... Saya heran?
Apakah opung" kita... Sebelumnya tidak tau kebenarannya?

Hingga saat ini kita hanya mendengar cerita yang membuat perdebatan ini terus berlangsung... Sehingga sampai bumi ini hancur...

Rasa perbedaan itu tetap ada antara jolo dan pudi...

Apakah kita hrus menyalahkan opung" kita dahulu?

Saya rasa tidak!

Saya tidak tau kebenarannya dimana...
Saya tidak bisa menyalahkan parsuratan atau mardaup, sitombuk, maupun hutabulu sendiri...

Tapi... Salahkan kerbau itu...
Kenapa ia tidak memiliki teman??? (sehingga cuma itu kerbau satu"nya rasa marsundung?) #becanda...

Gak mungkin juga kerbau itu di salahkan
Makhluk ternak tidak memiliki akal pikir...

Gak bisa kita salahkan opung kita...
Karna dulu mereka masih belum mengenal ALLAH...

Seandainya dulu pada zaman raja marsundung ada Yang namanya Tuhan ALLAH
Mungkin gak seperti ini jadinya...

Itu lah sebabnya kita gak boleh dendam...
Cukup menghargai sejarah...
Jangan di kurang lebihkan...
Cukup kita pahami... Sadari...

OK????

HORAS... Simanjuntak hutabulu no 16 oh iya umur 19thn masih kuliah...

Unknown mengatakan...

Aku simanjuntak parsuratan no15.
Klo pemikiran pribadi saya
Tidak ada arti nya menanam dendam.
Sering saya alami ketika berjumpa dgn satu marga di perantauan.
Dan pd saat itu saya sngt senang berjumpa dgn saudara,tetapi sering saya dengar atau ku alami kejanggalan di waktu martutur.
Ter kadang mereka bertanya simanjuntak mna lh kau yg tiga thu
Pd saat thu qhu terdiam
Dan saya menanya balik ke pda nya
Memang y siajuntak ada 3?setahu qu si manjuntak ada4.
Dan beliau menjawab pertayaan qhu
Ehhh,,klo simanjuntak parhorbo jolo ga masuk hitung itu.
Pd saat thu saya mau menangis mendengr kta2 nya.
Tpi ya sudah lh,saya jujur sma dia
Aku simanjuntak parsuratan
Dia langsung kontak menjawab,bilang parsuratan az kau malu.
Saya bukan malu tpi pertayaan mu yg awal kurang memadai jawab ku.
Dan disitu aku bertanya sma bapa thu
Pa bapak skrng punya anak ada berapa
Jawab nya 2ank laki2.
Jika anak bapa yg dua ne berantam apa bapa senang?
Jawab y tentu tidak.
Bru lh qhu bilang sma bap thu
Begitulah yg qta alami saat ne
Apa oppung(kakek)qta menerima keadaan qta seperti ini.
Biar lh yg dlo2 biar lh berlalu
Cukup lh hanya sejarah az.
Mari lh qta bersatu
Bergengangan tangan bersama.
Dan skrng sudah ada simanjuntak si opat sada ama(4satu bapa)maulate
Saya cinta simanjuntak....
Horas madihita sasude.
Tuhan membrkti.
Amin.

Unknown mengatakan...

Mengapa di Sidikalang, bukankah Bonapasogitnya Di Balige?

Unknown mengatakan...

Sebagai diri pribadi,
Saya tdk pernah benci dgn turunan Parsuratan. Dendam juga tidak ada, apalagi utk memusuhi dan memerangi, karena sebagai anggota Koor Ama selain saya turunan Simanjuntak Sitombuk dalam kumpulan tersebut ada juga Keturunan Parsuratan dan pasti kami harus saling mendukung agar ternyanyikan lagu yang indah.
Tetapi di dalam melaksanakan acara adat tidak/belum mau duduk bersama, bukanlah melanggar perintahNya.
Maka jangan buat kaitan antara budaya dgn agama. Tetapi buat budaya dan agama berjalan bersama.

Unknown mengatakan...

Satu cerita yang enak didengar, satu sejarah yg perlu dikaji.
Hiras...saya Gusta Fransisca Nainggolan. Suami saya Simanjuntak Persuratan No.18
Klu dikaji dengan kehidupan yang sudah saya jalani, sebenarnya yg membuat perseteruan adalah pihak ke3. Yang sebenarnya bukan marga Simanjuntak.
Mengapa saya bilang demikian.
Contoh :
Apabila ada dua orang marga Simanjuntak dalam satu bis....satu jolo-satu pudi. Terkadang orang saling memandang dan berkata2. Nanti ada kejadian...lihat mereka satu mobil.
Lalu menyampaikan ke Simanjuntak. Maka terjadilah pertikaian.
Banyak hal dalam hidup yg sllu dilihat. Terutama Paradaton.
Namun yang nampak hanya keburukan saja.
Coba kita memandang kebaikannya, pasti banyak terjadi. Namun kita tidak menyadarinya.
Saya punya Eda (br.juntak/parsuratan) sementara mertuanya br.juntak (sitolusada Ina).
Orang mencibir dan mengatakan hal2 yg TDK baik.....
Sementara keluarga tidak mempermasalahkan.
Atas nama Tuhan Yesus Kristus yang baik....Pestanya meriah dan diBerkati.
Orang semua pada takjub. Jadi disini kali kita kaji....org yg sebenarnya bkn marga simanjuntak lah yang sllu mempermasalahkan perselisihan.
Jadi saya sangat sedih melihat pertikaian yg 1000 tahun yg lalu sampai sekarang msh dipegang....
Kalau kita kaji sudah berapa sundut.... Namun Tuhan mengatakan hanya 7 sundut/keturunan saja.
Jadi marilah kita saling bergandeng tangan dan bersatu. Terutama istri2 tercinta Simanjuntak.....
Semoga Tuhan memberkati kehidupan kita.

Salam
Keluarga besar Simanjuntak Parsuratan No.18 (op.Adian)

Unknown mengatakan...

Horas oppung, saya juga merasakan demikian, ketika pesta ulang tahun ke 40, saya turut di acara tersebut, ketika saya masih duduk di bangku kelas 1 SMA, tidak terjadi apa2, tidak ada yg nama nya nasi mentah, tidak ada hujan, petir atau yg lainnya, justu sukacita yg ada pada saat itu, bersyukur di dairi bisa tercipta kerukunan Simanjuntak...

Unknown mengatakan...

Maaf bapatua/bapauda Rizal Simanjuntak, saya bantu jawab pertanyaan nya, memang benar bona pasogitnya di Balige, tapi sebelum kita merayakan di sidikalang, kita juga sudah buat acara di balige, dan puji tuhan acara disana diterima masyarakat balige yg juga jiarah ke tugu raja marsundung simanjuntak, berikut ke tugu br. Sihotang, kebetulan kita ada punguan raja marsundung simanjuntak di sidikalang, dan sebagai rasa solidaritas kita merayakan di sidikalang.. Horas

Unknown mengatakan...

Dang na maol be sebenarna ito, tergantung tu pribadi ni sahalak jolma namai saonari, coba deh ito main ke sidikalang, liat punguan raja marsundung simanjuntak disana, paati hati ito bakalan tersentuh

Unknown mengatakan...

Horas eda, saya sangat setuju dengan tanggapan eda, karna saya juga sudah melihat langsung di acara adat ny abg saya yg berjalan lancar,
Salam kenal...

Unknown mengatakan...

Boasa songoni do honom mu..... Aslina au pribadi dang pola u boan be iii.... Tu marga na asing foang boi do mar domu lam ma tu abg ni ba simanjuntak museng.... Dang na sahali dua hali be au jumpang dht parsuratan gari ada boi do au mardomu sa kos museng dht parsuratan.... Gak ada masalah dan tak pernah terjadi se suatu.....



Salam H16.....dang adong be horbo jolo manang horbo pudi.... Molo adong manukkun au simanjuntak aha do ho molo inna pudi do manang jolo.... Singkat do alus hu au horbo liar do ido alus hu.... Jai las harimau makkar pe inna hu sasa do molo adong na mangoit au songoni dong tong tu hita ai sa mudar do songon na hudok ii ai marga na asing ni dongan do foang bah lam ma sa marga ni bah.....

Unknown mengatakan...

Mantapppp.....

test mengatakan...

Pengalaman serupa dengan sdr. Indah ponsel. Janganlah kita mewariskan..menginformasikan (mamemehon) tu ianakhonta bahwa holan 3 do Simanjuntak. Itu salah besar. Menganggap sdra tertuanya tidak dihitung. Bgmana generasi kita nanti kedepan..? Baku tanyalah kelak mereka...yg satu mengatakan 3 dan yg lain mengatakan 4. Alai tamemehonma : Simanjuntak bersaudara ada 4. Jadi unang be adong mambahen indikasi gap. Mauliate

Chairil Sastra mengatakan...

Dosa Warisan. Bahkan Sebelum Saya lahir saya sudah di warisi konflik nenek moyang.
(Saya Mardaup), tapi saya justru mendapat banyak kasih di tengah2 keluarga parsuratan selama sekolah di balige. Saya sangat Mengasihi ompung itu(parsuratan no 14) karena beliau orang yang baik dan penuh kasih. Biarlah Sejarah Bercerita, dan Mari kita buat Sejarah kita juga, Sejarah Kebaikan.

Unknown mengatakan...

Sejarah yang baik yg di ambil Bu.dulu orang belom berTuhan.apa Ibu mau ikut kapal karam..bicaralah dgn Hati.mauliate

Desi anna mengatakan...

Apa akibat nya jika simanjuntak horbo jolo sama horbo pudi menyatu menjadi satu

Desi anna mengatakan...

Apa akibat nya jika simanjuntak horbo jolo sama horbo pudi menyatu menjadi satu

Unknown mengatakan...

Tidak ada akibat negatif nya jika Simanjuntak Parsuratan bersatu dengan Simanjuntak Mardaup, Sitombuk dan Hutabulu. Sayalah saksi hidup turut serta dalam pesta pengukuhan punguan Simanjuntak Raja Marsundung Jayapura, Papua tgl 23 September 2017 yang dihadiri oleh tulang Hasibuan dan tulang Sihotang. Kami berpesta potong pinahan lengkap tudu-tudu sipanganon diserahkan kpd tulang Hasibuan dan Sihotang, margondang dan manortor bersama tidak ada kejadian aneh apapun seperti yang diasumsikan orang selama ini. Karena itu saya himbau kpd dongan tubu saya khususnya dari Mardaup, Sitombuk, dan Hutabulu agar move on jangan hidup lagi di masa lalu nenek moyang ratusan tahun lampau. Kita tidak tahu kejadian dulu siapa yg salah siapa yg benar karena itu tdk perlu siapa minta maaf kepada siapa yg perlu ialah meminta maaf kpd diri sendiri karena mudah terprovokasi oleh cerita mulut ke mulut yg cenderung bias dan melebar. Mari jangan pernah takut bersatu dgn hahadoli Simanjuntak Parsuratan baik dalam paradaton terutama dalam kehidupan sehari-hari. Cintailah persatuan dan kesatuan marga Simanjuntak karena itulah salah satunya yg dikehendaki dan dituntut Tuhan dari umat ciptaanNya. Jayalah marga Simanjuntak bila kita bersatu yg bersaudara Parsuratan, Mardaup, Sitombuk dan Hutabulu. Horas Sian ahu Hutabulu, Tumonggo Tua, Bursok Patino 16.

Unknown mengatakan...

Masa gara2 berkunjung kerumahnya Simanjuntak Parsuratan jadi timbul pertengkaran? Coba berpikir logika lah apa motif pertengkaran?

Unknown mengatakan...

Lanjutkan molo dung saling marsihaholongan. Horas Sian ahu H16

Unknown mengatakan...

Pertanyaannya masa seorang status raja hanya memiliki 1 ekor kerbau miskin amat Ompung raja Marsundung?

Roma simanjuntak mengatakan...

sy borjun parsuratan no.16
lahir di bandung, sedih jg sih mendengar ada komentar simanjuntak itu ada 3? secara parsuratan lah yg terlebih dahulu lahir kedunia.. klo saja raja marsundung tidak menikah lg mgkn ceritanya lain yah, secara parsuratan pun mmg tdk setuju kok bapaknya menikah lg, jaman skrg pun,ibu kita meninggal blm tentu anaknya setuju bpkny menikah lg.. sprt apa rasanya jd anak tiri ketika itu ? sy pun tdk tau entah bahagia entah tertekan, yg pasti sangatlah tdk nyaman tgl tdk bersama ibu kandung..
jd pernyataan simanjuntak hanya ada 3 itu sangat2 tdk pas miris bngt..
kapan yah aq punya duit banyak aq pengen juga bikin tugu raja marsundung-br hasibuan-parsuratan lengkap beserta air mata parsuratan di samping peti mati.
walaupun jumlah kita parsuratan sedikit tdk perlu berkecil hati, tdk mungkin jg kan marga simanjuntak parsuratan punah?
hehehe.. imposible
kecuali atas kehendak Tuhan, jangankan marga, 1 benua pun bs punah.
akhr kata.. buat sy tdk mslh mau bersatu secara adat ataupun tdk. itu tdk berpengaruh utk hdp saya saat ini, yg pasti sy tdk membenci siapapun dan tdk bs memaksa agar org lain tdk membenci sy. sekian



Unknown mengatakan...

Maaf, cara pikir anda masih primitif, jgn berakal seperti orang kolot, yg sudah berlalu biar berlalu, sudah ada jalan damai... Tuhan Yesus saja maha pengampun ?
Masakan anda manusia biasa tidak bisa memaafkan masa lalu dr opung" terdahulu...
Apakah anda yg memegang kunci maaf menuju sorga ?
Pikir pake otak ...
Molo di pangarantoan asa dibotoho, simanjuntak horbo pudi do na mandao-dao dang olo gabung tu adat si raja marsundung Sahat Tu di PAPUA on ....

Unknown mengatakan...

Saya boru Simanjuntak
Dari kecil saya sudah diceritakan tentang perpecahan simanjuntak dan kutuk/musibah yang mengikuti apabila Simanjuntak horbo jolo dan simanjuntak horbo pudi bersama.
Dulu ada ketakutan besar dalam diri saya jika berhadapan atau bertemu dengan simanjuntak yang berbeda dengan saya. Hal ini seperti mengikat dan menghantui.

Tapi syukur kepada Tuhan yang berkasih karunia membebaskan saya dari ikatan kutuk nenek moyang simanjuntak. Tuhan Yesus mengenalkan saya pada kasih dan keselamatan dariNYA yang menyelamatkanku dan memerdekakanku dari hukuman dan kuasa dosa, termasuk dari kuasa kutuk nenek moyang.

Yesus Kristus mengasihiku..
Yesus Kristus mencurahkan daraNYA, mati dikayu salib untuk menebusku dan dunia dari kuasa maut. Dia menanggung hukuman dosa dan menghancurkan kuasa kutuk.
Dia mati disalib dan bangkit pada hari ketiga dan naik kesorga dan duduk disebelah kanan Allah Bapa.

Oleh pengorbananNYA di kayu salib aku selamat, merdeka, sembuh dan kudus. Dosa dan kutuk tidak berkuasa lagi atasku, sebab Tuhanku sudah mengalahkannya.

Kristus adalah Tuhan dan Juruselamatku.

Yesus Kristus juga mengasihi pomparan Simanjuntak..
Percayalah dan datanglah padaNYA, Dia mau membebaskan dan menyelamatkanmu juga. Seperti DIA membebaskan dan menyelamatkanku.

Saya percaya,ketika kita menghadap Tuhan nanti,Tuhan tidak akan bertanya:"ai horbo aha do ho? (Kamu horbo apa?)"
Tapi saya percaya Tuhan akan bertanya: "apakah kau mengenal Kristus? Siapakah Kristus bagimu?"

Apakah jawab saudara?

Apakah saudara masih mau berkutat dengan masalah horbo menjelang hari kedatangan Tuhan yang kedua kali?

Bagiku, Darah Kristus yang tercurah di kayu salib dan kasihNYA kepadaku jauh lebih berharga dari horbo.

Yesus Kristus mengasihi pomparan Simanjuntak dan Dia mau memerdekakan dan menyelamatkan pomparan Simanjuntak dari kutuk nenek moyang. Datang dan berserulah kepadaNYA, DIA pasti akan mendengar seruanmu dan menyelamatkanmu.

Dan ingatlah, Tuhan Yesus Berkuasa!

(Saya boru Simanjuntak, bukan simanjuntak horbo jolo dan bukan simanjuntak horbo pudi karena saya bukan horbo!
Saya Simanjuntak dalam Kristus.)

dan berhentilah memberitakan kutuk kepada anak cucu kita karena itu tidak menyelamatkan mereka. Tapi beritakanlah Kristus yang mengasihi mereka,karena itulah yang akan membewa mereka pada pengenalan akan Kristus yang akan menyelamatkan mereka.

Namun jika engkau menolak, itu tidak akan mengubah keselamatan yang Tuhan sudah curahkan dan yang akan DIA curahkan.
Jika engkau menerima, maka berbahagialah karena keselamatan Tuhan sedang bekerja didalammu..

Tuhan mengasihi pomparan Simanjuntak

Solideo Gloria

Unknown mengatakan...

Saya jg mendengar dr orgtua kandung saya persis sepeti cerita diatas. Cerita dr org tua kandung saya, memang seperti itu pesan dari oppung boru dari boru hotang.

Jgn bertengkar dalam hal apapun kepada simanjuntak parsuratan
Hal hal yg mengganggu kepada bapak, lebih baik di tiadakan hal hal tersebut, sebab parsuratan adalah pengganti bapak untuk semua simanjuntak, terlepas dr kadaan beragama.
Menurut sy pribadi, tona tona oppung boru boru hotang sangat bagus dan baik, kita sebagai anak harus menghormati bapak bukan,,,?
Sy sudah berumur 40 tahun dikaltim ini, dan memang blm pernah ketemu sama bapa simanjuntak parsuratan, apa bila saya suatu saat ketemu dng bapa parsuratan, saya akan mengamalkan tona tona oppung boru hotang yg say dengar dr orang tua kandung saya.
Harus menghormati dan dan tidak menyusahkan bapa parsuratan.
Dan ini akan menjadi pilihan sikap terbaik untuk saya pribadi.

Bagi ito ito saya yg tidak terima dng pilihan sikap saya,10 jari jari, pasapulusadahon dohot simanjujung..mangido maaf majo au boru/ito muna on.

Salam sian luat nadao tu sude pomparan raja marsundung simanjuntak.

Unknown mengatakan...

Horas bapa leo..
Au S15.
Nga mar 40 umur hu, on ma pertama sahali boru mon pajumpang tu parsuratan, on pe sian blok do panjumpang, alai nga macai las hian rohaku.
Au pe bapa maniop tona2 oppung br sihotang namandok, ' unang baen hal hal yg membuat bapa mu parsuratan kesal'
Tona tona on do na hutiop bapa,
Sebagai anak, diwajibkan tidak membuat bapaknya marah atau kesal, krn seorang bapak/ayah, tdk mungkin memberi/mengajarkan perlakuan yg tidak baik kepada anaknya.

Menurut sy, org org yg memutar balikkan sejarah saja yg menceritakan hal hal negatif tentang parsuratan,
Dan alkisah ini, lgsung saya dngr dr oppung ni bapakhu kala masih hidup, (Sitombuk no 12)

Sahali nai bapak, salam sian boru mon da bapa..
Syaloom.

Unknown mengatakan...

Horas!!
Jadi manjo aha do au tu iylis simorangkir..?
Au tinggal di kaltim, simanjuntak S15.
(Buat sementara, aku panggil kakak ya..)

Aq kak iylis banyak dngr cerita cerita sejarah simanjuntak, fersi ini, fersi itu.
Menurutku, udh bnyk yg dikurang2i dan banyak pula yg dilebih2kan.
Mama dulu bercerita bahwa sesekalipun tidak bisa membuat simanjuntak parsuratan marah atau kesal, sebab parsuratan adalah pengganti bapak bagi semua simanjuntak.

Menurut saya, pesan ini sangat bermakna dan baik untuk dilestarikan, dan di aplikasikan bagi kehidupan sehari hari bahkan baik untuk segala zaman..
Sebab menurut saya, sebagai seorang bapak, tidak mungki mengajarkan untuk berprilaku yg tidak baik kepada sesama, dan sebagai anak, kita harus hormat kepada bapa/ayah, dan tidak boleh membuat org tua kita marah atau kesal..
Banyak orgparsuratan karang menyomot sisi negatif dalam cerita2 sejarah yg sudah berbagai fersi.

Sebagai manusia berpendidikan dan yg berTuhan, alangkah baiknyanya semua cerita kita mengambil sisi positif dan membuang cerita2 yg tidak baik.

Pa bila suatu saat saya bertemu dng bapa parsuratan, saya akan melakukan tona tona yg di turunkan dr oppung boru hotang ('yg positif tentunya'), yaitu, jgn membuat bapa parsuratan marah atau kesal.

Buat PSSSIB yg tidak terima dng sikap saya ini, saya mohon beribu ribu kali maaf.

Terakhir kak iylis, sampaikan salam hangat saya buat namboru (mama kakak)

Syaloom.


Unknown mengatakan...

Ralat sedikit..bukan org orng parsuratan sekarang..
Maksut saya org org zaman sekarang..dst
Terimakasih.

Unknown mengatakan...

horas
simanjuntak parsuratan 16
salam damai...

Unknown mengatakan...

Mantap amang

Unknown mengatakan...

btul ito ketika sy menikah pendeta yg membérkati kami horbo pudi smua lancar2 dan kami punya keturunan sehat2 smua

Unknown mengatakan...

Kita jgn saling menyalahkan, hita akka na sabutuha ikkon mardame ma, unang sai diboan akka carita Naung salpu, dang sai binoto sude boha carita ni najolo. Padenggan be ma parangena. Maragama do hitaon sude, ingot be ma na di ajar hon tuhatta tu hita. Au pribadi setuju do Marsada akka pomparani raja marsundung.

Unknown mengatakan...

Marsada ma hita pomparan ni Oppungta Raja Marsundung Simanjuntak. Raja Parsuratan,Raja Mardaup,Raja Sitombuk,Raja Huta bulu & Boru Naoppon. Martangiang mahita anggiat pittor hatop jongjong Tugu Raja Marsundung Simanjuntak rap dohot ripena Oppung boru Hasibuan dohot Oppung boru Sihotang.porsea do au molo dung jongjong i sae ma sude angka turiturian i. Ondo solusi na dumenggan menurut au. Horas... Jayalah Simanjuntak. Au boru Simanjuntak Huta bulu - Tumonggo tua - Bursok pati no 17

Unknown mengatakan...

Kita hidup bkn pada masa lalu,tapi masa sekarang dan yg akan datang.apapun cerita atau kisah perselisihan simanjuntak pada zaman dulu tidak perlu di ungkit atau di ingat2.bukan kah kita sudah menjadi org percaya kpd Tuhan Yesus.Tuhan Yesus mengajarkan spy kita saling mengampuni.utk apa kita pergi kegereja tiap minggu klu dgn sesama kita masih terpenjara dgn cerita masa lalu yg kita sendiri pun tdk pernah tau seoerti apa kebenaran nya.saya simanjuntak mardaub,tapi saya membangun hubungan yg dkt dgn semua simanjuntak baik parsuratan maupun mardaub sitombuk hutabulu,bahkan orgtua saya selalu mengajarkan pada kami anak anaknya untuk tdk membeda bedakan simanjuntak karena di mata Tuhan semua sama.jadi tu hamu sude dongan tubuku marilah kita saling mengasihi dan saling mengampuni atas kesalahan opung kita zaman dulu dan bangkit lah semua simanjuntak menjadi terang bagi bangsa ini.saya rindu ada di bentuk punguan simanjuntak parsuratan dan mardaub sitombuk hutabulu.Tuhan ta ma mamasu masu hita sude.

Unknown mengatakan...

Kita hidup bkn pada masa lalu,tapi masa sekarang dan yg akan datang.apapun cerita atau kisah perselisihan simanjuntak pada zaman dulu tidak perlu di ungkit atau di ingat2.bukan kah kita sudah menjadi org percaya kpd Tuhan Yesus.Tuhan Yesus mengajarkan spy kita saling mengampuni.utk apa kita pergi kegereja tiap minggu klu dgn sesama kita masih terpenjara dgn cerita masa lalu yg kita sendiri pun tdk pernah tau seoerti apa kebenaran nya.saya simanjuntak mardaub,tapi saya membangun hubungan yg dkt dgn semua simanjuntak baik parsuratan maupun mardaub sitombuk hutabulu,bahkan orgtua saya selalu mengajarkan pada kami anak anaknya untuk tdk membeda bedakan simanjuntak karena di mata Tuhan semua sama.jadi tu hamu sude dongan tubuku marilah kita saling mengasihi dan saling mengampuni atas kesalahan opung kita zaman dulu dan bangkit lah semua simanjuntak menjadi terang bagi bangsa ini.saya rindu ada di bentuk punguan simanjuntak parsuratan dan mardaub sitombuk hutabulu.Tuhan ta ma mamasu masu hita sude.

Unknown mengatakan...

Hai..
Saya dian boru tobing. Mama boru simanjuntak
Begini kira-kira pertanyaan yg sering saya dapat

"Boru apa kau?"
"Boru tobing"
'Mama boru apa?"
"Boru simanjuntak."
"Parhorbo Jolo atau pudi?"

Saya selalu bingung mau jawab apa. Mama sering katakan Pudi, tapi saya lebih sering lupanya. Jadi kadang saya katakan jolo, dan kadang saya katakan pudi. Saya tidak hafal bagaimana respon mereka yang mendengar jawaban saya. Pada saat itu saya hanya tau mama boru simanjuntak, tidak tahu bahwa simanjuntak terbagi-bagi lagi.

Dari berbagai komentar yang ada akhirnya saya paham titik permasalahan yg ada.
Rasa sakit hati itu diturunkan dari sejak kejadian secara turun temurun. Sebagian mungkin benar, sebagian mungkin salah.

Jadi mari bijak untuk bersikap. Toh mereka yang bersengketa telah mati ratusan tahun yg lalu..

Unknown mengatakan...

Molo au berpendapat dohot gomos mangido tu hita saluhutna pomparan Raja Marsundung tapasadama rohatta ,taeahima akka nauli tu joloan non, asa dapot pasu-pasu hita

Unknown mengatakan...

Tokka songoni pariban makkatai.ai boru do hita dison.jala au bere.ikkon naboido hita di tonga tonga unanang berat sebelah.jala ingot paribanma hata hatopanni.

Unknown mengatakan...

Marsogot haduan "JIHAD"nama au
FROM:HABIB HORAS SIMANJUNTAK AL NASHIR


#MALU AKU

zoo mengatakan...

Maaf sebelumnya kepada seluruh keturunan raja marsundung SIMANJUNTAK

Saya sendiri merasa sedih 😭
Saya SIMANJUNTAK HUTABULU NO 16
BURSOK PATI

Saya asal kalimantan Barat
Jadi... Sebelumnya sejak kecil saya tidak di ajarkan Mar tarombo...
Saya hanya tau boru apa mamak sama marga apa bapak.

Jadi... Ketika saya SMK pada tahun 2011/2012
Saya baru heran apa bedanya parsuratan dohot Sitolu Sada Ina?
Pas saya dapat kenalan teman baru saya
Christopher simanjuntak no 17 parsuratan
Baru datang dari medan
Jadi pas dekat Natal...
Satu gereja kami di HKBP
ro ma Hami tu persiapan Natal RN HKBP
sebagai pemuda pemudi ada latihan di gereja...
Jadi sempat dekat kali kami. Di boto mamak au dekat dohot si parsuratan
Mangan pun di jabu ku...

Berangkat kami ke gereja
Selalu hujan...
Padahal siangnya panas terik
Beberapa hari kami sama terus begitu
Naik angkot pun kami bermasalah angkot itu...
Turun lah si parsuratan ini di tengah jalan..
Pulang lah dia
Ku tanya
Bukan nya masih jauh rumahmu appara?
Gak apa duluan aku katanya
Jadi lanjut lah sampai rumah...

Ceritalah mamak sampai saya sampai dirumah
Permasalahan si jolo dohot pudi. .

Jadi paham lah aku kenapa bisa seperti itu. .
Tapi saya masih berfikir itu hanya masa lalu...
Lanjut hingga selesai acara natal...

Ceritalah si parsuratan ini ke aku
Mengenai permasalahan yang terjadi sampai saat itu...

Paham lah saya sebagai horbo puding dan mulai saat itu PUJI TUHAN....
saya tak pernah memutuskan tali persaudaraan... Cukup jarak yang memisahkan
Kadang pun.. Pulang dari gereja mau ku antar..
terus nya menolak si parsuratan ni ke saya.
"Supaya gak terjadi apa* Nya sama kita pra" Katanya...
Tak tahan sedih hatiku mendengar perkataannya...
Tak ada sedikitpun dendam di hati...

Menangispun hatiku ini menuliskan ini...
Mauliate...

Sudah kurasakan sumpah yang memang benar adanya...

esron mengatakan...

Keren ya namboru 😀😀😀

esron mengatakan...

👍

Unknown mengatakan...

PapaJo Mardaup 16, Kisah legenda, sejarah dan memang sudah turun menurun diceritakan. Untuk di kehidupan sehari-hari memang sudah berdamai antara Simanjuntak Sitolu Sada Ina dengan Simanjuntak Parsuratan, tidak ada masalah, karna saya sudah merasakannya. Tapi mungkin terkecuali di PARADATON itu lain hal, karna sudah menyangkut para nenek moyang/ompu kita terdahulu. Mauliate - PSSSIB Sektor 6 - Bekasi

Unknown mengatakan...

Saya simanjuntak.16.sejarah oppunng kita gak usahlah diputar balikkan.mari kita menjaga dan melestarikan sejarah itu.

Unknown mengatakan...

Orang dangkal ga perduli sejarah, memang jelas anak haram gila harta , ito sendiri di hajar

Unknown mengatakan...

Mau menggunakan atau mengedepankan prinsip atau metode apa?
1. Metoda sejarah> Segala sesuatu cerita masa lalu jika dpt dibuktikan kebenarannya itu akan menjadi fakta sejarah, tp jika tak ada fakta, data dan barbuk itu hanya dongeng turun temurun belaka. Apakah keturunan simanjuntak, jago2 mengarang dongeng (cerita turun temurun belum tentu benar, krn terkadang akan dikurangi atau bahkan ditambahkan), seperti mangalopa pinahan, boi do ditambai andaliman na manang dihurangi, tergantung dgn apa yg digantung.
2. Metode teologis>Jika keturunan simanjuntak saat ini bnyk yg sudah beriman kristen, maka ada 3 hal yg diajarkan Tuhan kpd murid2nya, IMAN, PENGHARAPAN DAN KASIH..., dan yg terbesar diantaranya ialah KASIH.., omong kosong ketika seseorang mengatakan aku mengasihi kamu padahal kepada saudara nya sendiri belum kelar atau tuntas atau selesai.
3. Metode Aritmatika> Sebagai org batak mengerti dan tahu. Ada 3 asas mendasar dlm adat...DALIHAN NA TOLU, gagal dalam menjalankan 1 sj dr 3 asas itu, maka anda, anda, dan anda, dan anda jg.....bukan lah org batak yg sesungguhnya maka hanya ada 1 jalan yaitu berhentilah menjadi org batak, berhentilah menjadi simanjuntak, bahkan berhentilah menjadi manusia.
4. Metode Nungkar Nangkir.
Setiap kematian, berawal pd 1 situasi dimana dung dipataru tu tu inganan i, ro ma si nungkar nangkir i manukkun...
"Tu surgo do ho, manang na beta hita tu Narako i??" Ai dang boi manusia laho masuk tu surgo i, ia ibana so selesai do pe mangkaholongi dongan manisia.., masuk ma tu NARAKO i..
5. Metode PSIKOLOGI...., Jika memang, anak ni TUAN SOMANIMBIL ada 3 org..., ima SOMBA DEBATA (HAHA DOLI NI RAJA MARSUNDUNG) dan jg ada TUAN MARRUJI (ANGGI DOLI ni Raja Marsundung), apakah zaman purba itu jika ada pertikaian antar manusia, apakah se bar bar itu jolma ni batak terjadi pembiaran, bahkan amangtua na Siahaan manang amang uda Hutagaol, hanya menonton, melihat dan membiarkan pertikaian manang parbadaan di sodara2 nya, bahkan diberitakan ada tusuk2an, bakar sana sini, tuduh sana sini...apa iya seperti itu bahkan udh terjadi pd 15 bahkan 17 atau 18 keturunan yg lampau yg itu berarti kira2 sekitar 500 thn yg lalu (18x30 thn). Apa tak ada dulu DATU BOLON yg mampu turun tangan bahkan jika perlu mencabut hosa ise na jahat i..
Jd di hita sude akka na marasa mamake goar marga simanjuntak di luat portibion,dongan tubu ku sude....marpikkir ma hamu, ai dia do dalan na tikkos jala na sittong, unang taolohon be pikirran na laho mambahen hita gabe si loak2, sahira si pele begu..., Ai nunga talu hamatean i dibahen Tuhan Jesus i.

SI TITI SI GOPPA,
GOLANG GOLANG PANGARAHUT NA,
OTIK SO SADIA,
SAI GODANG MA TA ULAHON HATA NI DEBATANTA..


Ttd.
R.I.SIMANJUNTAK
+62 81378 23 5515
http//: www.reinhardiskandar@gmail.com

AKU SIMANJUNTAK, BAPAKKU SIMANJUNTAK, OPPUNGKU SIMANJUNTAK, OPPUNG NI BAPAKKU PE SIMANJUNTAK, OPPUNG NI OPPUNGKU PE SIMANJUNTAK. "ADA PERTANYAAN....?"

Unknown mengatakan...

Mantap katua

Unknown mengatakan...

Kedan, coba tanya anggi doli marga Hutagaol paradat, apakah ucapan Sobosihon br Sihotang kepada Tuan Marruji? Bukankah mereka selalu mengucapkan doa supaya kutuk keluarga Tuhan patahkan...?

MARDAUP16 mengatakan...

Maaf sebelumnya, pungguan kami cuma satu, yakni Parsadaan Simanjuntak Sitolu Sada Ina dan Boru. Adapun pungguan raja marsundung, isinya hanya keturunan parsuratan semua. Sampai saat ini horbo jolo dan pudi belum bersatu, dan masih dalam proses pemersatuan. Adapun pernah dilakukan, tetapi gagal

Humala Simanjuntak mengatakan...

Sekarang sudah ada Punguan SRM (Simanjuntak Raja Marsundung) yang terdiri dari Parsuratan, Mardaup, Sitombuk, Hutabulu, yang sudah berdiri di beberapa kota dan daerah. Sudah bergabung dalam satu paradatan, sudah sahundulan dalam banyak pesta (perkawinan dan duka cita).

Unknown mengatakan...

Mencari kedamaian bukan memutar arah cerita.
Yang mengusir dibuat menjadi tersingkir, yang tertindas di buat menjadi penindas kalau begini tak bakal ada titok temu dalam kedamaian

Cetita yang tertanam selama 18 Generasi tak gampang dan sangat sulit untuk di hapuskan.
Ceritakan laha apa adnya dan itu bisa tapi di atas itu semua.
Mari berkat Kasih dan persaudaraan kita buka le!baran baru tanpa melupakan masalalu.
★. Apa itu tertukar di Bulusan.
Apa itu bahan baku Cat Rumah.
Apa itu Palakka dan Nunga Dua Bulan.
Memang Oppung Sobosihon Br. Sihotang adalah Orang yang Bijak.

Sitombuk¹7 mengatakan...

Mandao dao nimmu???
Ai jumolo sukkun jo tudirimuna parsuratani...
Adong do hea rohamuna mangido maaf sian hias ni roha tu akka anggimuna mardaup,sitombuk,hutabulu.?
Manang tulis saritami, gersang riha manjaha hatami.
Au sian simanjuntak sitombuk no.17.

Hsb mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Unknown mengatakan...

Horas ...dihita marga simanjuntak..saya simanjuntak parsuratan no 15.dr smua yg saya baca diatas.masih banyak yg masih mengulas sejarah serta cerita demi cerita..namun kronologis ny dr mata batin saya..perlu op.,uda,abg,ito,..bahwasanya.opung(leluhur) kita tidak pernah bertikai ..krn saya langsung berbicara dgn ke 5 orang leluhur kita(op.Raja marsundung beserta op.raja parsuratan,mardaup,sitombuk.).meraka slalu akur..dan tidak pernah bertikai...& yg paling saya banggakan sampai sekarang bahwa salah satu leluhur kita ad yg selalu menjagai saya sampai sekarang yaitu op.raja parsuratan.leluhur kita memiliki postur badan yg tidak besar/tidak gemuk dan berpakaian adat batak(ulos & sarung).oleh karna itu buat smua poparan simanjuntak..kebanyakan sejarah yg di tulis tidak benar.bahkan saya bertany langsung sama smua leluhur kita semua raja simanjuntak(marsundung,parsuratan,mardaup,sitombuk).leluhur kita bahkan marah mendengar ny.jd disini saya sampaikan smua op kita raja simanjuntak tidak pernah bertengkar...mreka akur koq..salam

AD 1 E mengatakan...

Horasss...
Maaf sebelumnya....
Dengan cara apa anda berbicara dgn ke 5 para leluhur tsb? Jangan sampai anda dibilang "Halu"
Salam sian au Mardaup 14

Unknown mengatakan...

Sebenarnya horbo jolo sama horbo pudi itu bisa 1 gak sih...??
Maksudnya kalo misalnya bertemu horbo jolo dengan horbo pudi, apa benar akan terjadi sesuatu yang ganjil..???

SYAIR KING LUCIFER mengatakan...

Saya Simanjuntak tombuk 16.
Tahun 2017 bulan oktober tanggal 17 kami memuat barang dijalan Krakatau gudang BUKIT BERBUNGA MEDAN.
Tahu apa yang terjadi ? jari kelingking saya putus satu,dan ternyata diwaktu memasang tenda siparsuratan ikut membantu. Sial!!

Unknown mengatakan...

Tex podani inong nami br hotang ido didok, ai molo nirimang rimangi naasing dihangoluon ni inong nami nahansitan dibaen hahadoli nami parsuratan, mulai sian patubu nami hami natolu parhansitonna digombarhon songon angka hoarnai, sahat ma i tu tindakan pisik (tarus ni inong nami ditom...) Ibotonami (dipamate dgn cara ditu...) Ndang pola diparbagas inong nami i, jala dang dipodahon i tu hami asa balos dendam!!! Alai dipodai do hami ia hahanami parsuratan ganti ni among nami do i jala tongdo hupasangap hami i songon poda naung dijabarhon ni panurat diginjang. Jd mulai sian inong nami br hotang sude nungnga dimaafhon, alai ia hami ingot do hami dipodani inongnami i alana hami pe porsea do ia SORGA DITELAPAK KAKI IBU, poda ni inongnamion pe poda na uli do dihami. Posma rohamuna hahadolinami parsuratan HAHADOLI NAMI DO HAMU, SANGAP DO HAMU DI HAMI POSDO ROHANAMI ANGKA NAULI DO DAPOTMUNA DI HANGOLONMUNA. JALA NAHUBOTO HAMI ANGGIMU IA INONG NAMI DANG HEA MAMUREAS HAMU MANANG DIPODAHON TUHAMI ASA DENDAM TU HAMU MANANG ASA MARBADA DHT MAU, PALIAS MA I.Molo tung naung adong parsadaan ni Opunta Rj Marsundung, mauleatema, ba ise na giot margabung ba nauli ma i, alai angka na ingot jala tinggol marnibege di poda ni inong br hotang unang pola ambat hamu!!!! Catatan sian ahu Hamonangan Simanjuntak, Hutabulu, bursok ronggur15 diCelebes tano parserakan : DEBATA NA NI IDA IMA NATOR.... PODANI NATUATUAANTA DO SIINGOTON. Jala dison hupaingot hita sude ia HAMI DANG HEA DITONAHON INONGNAMI ASA MARBADA MANANG DENDAM TU HAHADOLINAMI PARSURATAN alai nauli mai dangpola sipanusai hamI di hamu. HamU loloan napinarsangapan ise hamu disusai hami alani podani inongnami tuhami, ise hamu dirugihon hami disi!!!!! Unang pola didramarisir on posma rohamuna ia ROHANAMI SADA DO IMA POMPARANNI RAJA MARSUNDUNG TTK alai lobi sian i manat manat hamu berkomentar ditindakanni angka naung jumolo!!!! jala manat hamu ale hita SSSI. Kecuali nungnga martonggoraja hamu jala dibege hami inong nami paunehon podanai !!!!!!(maaf dihamu angka Pdtnami dht angka Imam nami. Biardo hami dipinsangpinsangni angka natuatua da) Horas!

Unknown mengatakan...

Bukan kami kucilkan hahadoli, kami tetap menghargai hahadoli parsuratan sesuai poda ompung br hotang, justru kaminya harus menghindar pada jarak aman dan sentosa hehehe..., Sotung pola hansit roham disi. Damai nasumurung ada bukan musti kita duduk bersama, diparrohaon dht dipangalakkaion pe boido ro dame nasumurung.

Unknown mengatakan...

Unangma mangkatahon sisongon i amang da, manat marpandapot, biasana sisongon on godang resikona, alana dang hea hita SSSI diajarhon asa jungkat tu hahadolinta parsuraton, palias ma i. Natumagon do hita sip molo dang niantusan, alana sotung..... Maaf dang pola hutorushon, alana au nungnga marumur 60th nungnga godang marnida namasa dipersoalan on, napenting unang adong manuan dosa ho di masalah on

Unknown mengatakan...

Ai ise huroha dipodai asa marbadai? Ise huroha ditonahon asa berkonplik? Ise huroha disuruh dendam? Manang ise huroha diajari asa marporang? Palias ma i, dang diajarhon sisongon i tu hami SSSI. NA DIAJARHON TU HAMI JUSTRU ASA DAO DO SIAN SISONGON I

Unknown mengatakan...

Kalo menurut saya dan pendapat dr opung" dan uda serta bapa tua saya. Klo kami simanjuntak si tolu sada ina(mardaup,sitombuk,hutabulu) sekedar berjumpa dengan parsuratan tidak ada masalah! Yg jd masalah kalau dr kami ada yg berjumpa di sada ulaon (satu kegiatan pesta/adat) di situ la yg jadi masalah ! Jd untuk saat ini kami belum bisa satu di sada ulaon saja ! Sekian dr saya simanjuntak mardaup no 17 kebetulan bapak aku ketua sektor di medan tepatnya martubungjd aku belajar tarombo silsilah simanjuntak 😊 HORAS

Unknown mengatakan...

Benar. Karena kami parhorbo pudi atau yg sekarang (simanjuntak sitolu sada ina dohot boruna) selalu di tindas dan gk dianggap saudara maka ibu kami (sobosihon boru sihotang )bersumpah : laos mardomu anak hu tu tubu ni boru hasibuan ! Maka itu lah sampai sekarang yg terjadi ! Klo kami tidak ada benci sama parhobo jolo(parsuratan) HORAS

Unknown mengatakan...

@gravestone mmng benar masalah agama sekarang kita tidak perlu mengungkit yg lalu ! Tp ingat perintah ke 5 yg di berikan Tuhan ! Maka sumpah yg di ucapkan ibu kami ( sobosihon boru sihotang) yg isinya : laos somardomu anakhu tu anak ni boru hasibuan ! Karna sumpah atau doa ibu besar kuasanya ! Jd ini juga yg kami ikuti masalah agama juga ! HORAS

test mengatakan...

Sai unang ma nian dimemehon tupopparan masing-masing ate. Molo soboi do masisesaan dosa hita on, dang na sesaon ni Tuhanta Jesus I hita dipanguhuman sogot.

Tung so jadi memehonon tu ianakhon, las ma rohanta diharoro ni Sipalua I napadamehon hita jolma, khususna Simanjuntak.

Tibu do sorang Sipaluai tu bangso batak, alai molo songon angka turi-turiani do gabe siihuthononni angka gellengna, berarti dang botul-botul dope sorang Sipaluai tu marga Simanjuntak secara umum.

Ai diajari do hita di tangiang hatopani namandok : "SESAMA DOSANAMI SONGON PANESA NAMI - - - - - - - !" Jadi Amang/Inang/Namboru/Mangboru/Ito/Lae/Bere/Ibebere, suraon do tataponta sogot inganan na pinarade ni Tuhanta di angka namanghaholongi Ibana?

Ai so na boi holan manghaholongi Tuhani hita, naingkon do tong manghaholongi dongan jolma tarlobi dongan tubu tanpa meniadakan Simanjuntak......harga mutlak....!

Mauliate, tapahusor2 be ma dirohanta.

note : unang tatonahon tu gellengta, piga pomparan si simanjuntak? alusta 3. dung magodang asida, olo ma marporang sogot, alani memean ni natorasna na hurang jelas.
patorangon do lehet, dohonon 4, alai 1 mai tubu ni br hasibuan (anak siakkangan), dohot 3 tubu ni br hotang, asa mangantusi nasida. denggan tapatorang.
nungnga marpiga-piga dakdanak nijuppa jala sinukkun, nga melenceng be alusna, sian ise i anggo sos sian natorasna ?
---di sude i, holan Tuhantai do asa marsangap di harajaonna, disiala hita jujur tu ianakhon, botima.----

boru juntak hutabulu 16 mengatakan...

sattabi jo dihula2 nami bapa nnami nang namboru nami na adong dison,molo salah pe na hudok on mangido maaf ma au sappulu jari2 pasappulu sadahon simajujung.
di namambaen tulisan on,denggan jo amang parsiajari hamu sejarah i baru gurithon hamu.toho do na didok ni akka ito niba namakkoment,itu sudah ratusan tahun yg lalu.alai unang lalus hita tu poda no oppungta boru sihotang.sarupa na marpadan doi,tung so jadi mose,dang jadi langgaron.molo menurut au pribadi sian sejarah na hujaha,dang bapatua niba parsuratan naa hona siksa,alai oppung nami boru hotang do na hona siksa dohot sude akka bapa niba i.sedikit mengoreksi tu panggurit ni sejarah on.
maaf seribu x maaf molo tung pe salah hatakkon.
mauliate..
hutabulu no 16

Unknown mengatakan...

Taingot poda ni op ts br hotang i..dang jd sogo baenon mu roham tu abang mu ibotom si sifo singkat ni bapam(op.raja marsundung) saudara2 jgn lah timbul dendam apapun..pdjaman saa

Unknown mengatakan...

Hargai pendapat orang..betul menurut mu belum tentu buat yg lain..jgn bawa2 nama Tuhan dlm hal apapun..mauliate

Unknown mengatakan...

Betul itu appara...tp parsuratan ikut nya..

Unknown mengatakan...

Kamu yg menganggap pintar..knp dlu di sekolah belajar pelajaran sejarah..jgn suka blg org bodoh jika merasa dirimu pintar..M 16

Unknown mengatakan...

Kami tdk ada dendam atau benci sm parsuratan..tapi kami menghargai tona leluhur kami br hotang..tolong di pahami ..jgn di pikiri...H 16